HOLOPIS.COM, JAKARTA – Menhut (Menteri Kehutanan) RI Raja Juli Antoni mengklaim ancaman kebakaran hutan dan lahan tahun 2025 selesai.
Hal ini diungkapkan usai Rapat Ekspose Pengendalian Karhutla 2025 yang digelar di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, Senin (13/10).
Pengakhiran ancaman karhutla 2025 ini berdasarkan hasil evaluasi laporan penanganan karhutla per September 2025 oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kementerian Kehutanan.
“Angka karhutla pada tahun 2025 ini menurun dibandingkan dengan karhutla tahun 2024. Tahun 2024 lalu, jumlah karhutla mencapai 376.805 hektar, sedangkan pada tahun 2025 ini 213.984 hektar,” kata Raja Juli.
Sementara itu, Kepala BNPB Suharyanto menambahkan, seiring dengan kondusifnya kejadian karhutla di enam provinsi priorotas, Desk Karhutla 2025 yang dibentuk oleh Kementerian Koordinator Politik dan Keamanan sudah dibubarkan pada dua minggu yang lalu.
Suharyanto juga memaparkan bahwa pengerahan sumber daya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan tahun ini jumlahnya lebih sedikit dari pada tahun sebelumnya.
“Tahun ini kami hanya mengerahkan 12 heli patroli dan 18 heli water bombing dibandingkan dari tahun 2023-2024 yang jumlahnya mencapai 40 unit,” kata Suharyanto.
Keberhasilan Pemerintah dalam menekan angka kejadian karhutla tahun 2025 ini tentu juga berdampak pada perekonomian negara. BNPB mencatat kerugian negara akibat karhutla pada tahun 2019 saat terjadinya El Nino mencapai 75 triliun rupiah, sementara itu pada tahun 2025 jumlah kerugian sebesar 6,7 triliun rupiah.

