Pertemuan Mendag Busan-Mendag Australia di TIMM G20 Bahas Penguatan Kemitraan Ekonomi


Oleh : Achmad Husin Alifiah

HOLOPIS.COM, JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) RI Budi Santoso bertemu Assistant Minister of Foreign Affairs and Trade of Australia Matt Thistlethwaite di Gqeberha, Afrika Selatan, tepat di sela-sela Trade and Investment Ministerial Meeting (TIMM) G20, Jumat (10/10).

Dalam pertemuan tersebut, Mendag Busan menegaskan komitmen Indonesia untuk memperkuat hubungan ekonomi dengan Australia. Salah satunya melalui penguatan Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA).

“Australia merupakan salah satu mitra ekonomi utama Indonesia. Kami ingin memastikan kerja sama ini semakin seimbang dan saling menguntungkan,” ujar Mendag Busan, sebagaimana rilis yang diterima Holopis.com.

Mendag Busan menyampaikan, ia menyambut baik pelaksanaan General Review IA-CEPA yang disepakati pada Pertemuan Komite Bersama ke-3 pada Juni 2025. Ia pun mengapresiasi inisiatif Australia dalam penyusunan Terms of Reference General Review IA-CEPA.

“Kami mengapresiasi inisiatif Australia dalam penyusunan. Indonesia akan segera menyampaikan masukan agar proses ini menghasilkan kesepakatan yang lebih progresif dan inklusif bagi kedua pihak,” lanjut Mendag Busan.

Mendag Busan juga menekankan pentingnya keberlanjutan program IA-CEPA Katalis 2.0, program pendanaan dari Australia yang telah memasuki tahap akhir fase pertamanya. Ia pun berharap Katalis 2.0 selaras dengan prioritas pembangunan Indonesia seperti pertumbuhan berkelanjutan, transisi energi, ekonomi digital, dan pengembangan keterampilan. “Kami ingin memastikan manfaat nyata dari kerja sama ini dirasakan oleh masyarakat kedua negara,” tegasnya.

Selain itu, Mendag Busan mendorong peningkatan akses pasar Australia bagi produk-produk unggulan penyokong ekonomi Indonesia (economic powerhouse), termasuk besi baja, otomotif, dan makanan olahan. Menurutnya, produk unggulan Indonesia dapat memperkuat rantai pasok regional dan mendukung pertumbuhan ekonomi bersama.

Mendag Busan juga menyampaikan dukungan Indonesia terhadap sistem perdagangan multilateral yang berbasis aturan. Ia pun mempertegas komitmen Indonesia untuk memperkuat ASEAN–Australia–New Zealand Free Trade Area (AANZFTA) serta mengharapkan dukungan Australia dalam proses aksesi Indonesia ke Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP).

Terkait hal ini, Australia menyatakan dukungannya terhadap upaya Indonesia untuk bergabung dalam CPTPP. Australia juga melihat bahwa meskipun prosesnya menuntut pemenuhan standar tinggi di berbagai bab (chapters), hal ini dapat menjadi peluang bagi Indonesia untuk memperkuat reformasi ekonomi dan meningkatkan daya saing di kawasan.

Di sisi lain, dukungan Indonesia terhadap penyelesaian Joint Statement Initiative (JSI) on E-Commerce di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) serta partisipasinya dalam Multi-Party Interim Appeal Arbitration Arrangement (MPIA), sebagai alternatif atas dibekukannya Badan Banding WTO dinilai akan sangat berarti dalam memperkuat kesiapan Indonesia memenuhi standar tinggi yang diterapkan dalam CPTPP.

“Indonesia adalah pendukung kuat sistem perdagangan multilateral. Keberhasilan Konferensi Tingkat Menteri WTO ke-14 tahun depan akan bergantung pada kemampuan kita menjembatani perbedaan dan memastikan perdagangan yang terbuka, adil, dan inklusif,” imbuh Mendag Busan.

Pada periode Januari-Agustus 2025, total perdagangan Indonesia dan Australia tercatat sebesar USD 8,60 miliar, dengan ekspor Indonesia sebesar USD 2,52 miliar dan impornya USD 6,07 miliar. Sementara itu, pada 2024, total perdagangan kedua negara mencapai USD 15,41 miliar dengan ekspor Indonesia tercatat sebesar USD 4,97 miliar dan impor Indonesia sebesar USD 10,45 miliar.

Ekspor utama Indonesia ke Australia di antaranya produk dari besi dan baja, mesindan peralatan listrik, mesin-mesin dan pesawat mekanik, pupuk, serta alas kaki. Sementara itu, impor utama Indonesia dari Australia yakni bahan bakar mineral, perhiasan dan permata; bijih, kerak, dan abu logam; gandum; serta binatang hidup.

Tampilan Utama