HOLOPIS.COM, KARAWANG – Pemerintah Kabupaten Karawang tengah bersiap menjadi salah satu daerah penerima investasi proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik atau waste to energy (WtE). Proyek ini digagas oleh PT Danantara, bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, mengungkapkan bahwa proyek strategis nasional tersebut akan dilaksanakan pada Tahap II bersama sejumlah kabupaten lain di Jawa Barat, dengan total nilai investasi mencapai Rp400 miliar.
“Kemarin kami hadir di Danantara, ada empat kabupaten yang disiapkan untuk pembangunan ini. Karawang masuk tahap kedua. Investasinya besar, sekitar 300 sampai 400 miliar rupiah,” ujar Bupati Aep, Jumat (10/10/2025), seperti dikutip Holopis.com.
Menurut Aep, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang hanya diwajibkan menyiapkan lahan minimal enam hektare dan memastikan ketersediaan volume sampah antara 1.000 hingga 1.500 ton per hari. Saat ini, Pemkab telah memiliki lahan seluas empat hektare dan berencana menambah dua hektare lagi agar memenuhi kebutuhan proyek tersebut.
“Tanah kita baru empat hektare, minimal harus enam sampai tujuh hektare. Insyaallah tahun depan akan saya tambah dua hektare lagi supaya langsung siap dibangun,” jelasnya.
Adapun lokasi pembangunan fasilitas pengolahan sampah akan ditempatkan di kawasan Jalupang, Kecamatan Kotabaru. Kawasan ini dipilih karena dinilai memenuhi berbagai persyaratan teknis, termasuk ketersediaan akses air yang penting untuk proses pengolahan.
“Nanti listrik hasil pembakaran sampah akan disalurkan ke PLN. Semua sampah akan langsung diolah sampai habis menjadi energi listrik,” kata Aep.
Bupati menargetkan proyek ramah lingkungan ini dapat mulai digarap pada tahun 2026, sejalan dengan kesiapan lahan serta dukungan teknis dari pemerintah pusat dan PT Danantara.
“Target saya 2026 Karawang sudah masuk skala prioritas. Kami siapkan lahannya dan armada pengangkutan sampahnya, sementara investasinya dari Danantara,” ujarnya.
Selain menyiapkan lahan, Pemkab Karawang juga akan bertanggung jawab atas sistem pengangkutan dan pemeliharaan fasilitas pengolahan. Aep berharap proyek ini mampu menjadi solusi menyeluruh terhadap permasalahan sampah di Karawang sekaligus mendukung program energi hijau nasional.
“Nanti semua sampah bisa diolah habis, bahkan lahannya bisa digunakan kembali. Saya ingin setelah bersih, mungkin bisa dibuat lapangan bola. Kalau di Bekasi katanya malah mau bikin lapangan golf,” tutupnya.


