Menteri Ekraf Gaet Museum Studio Latih Talenta Lokal

3 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya baru-baru ini melontarkan pernyataan yang menyegarkan yaitu ekonomi kreatif adalah “tambang baru” Indonesia, tambang ide, karya, dan imajinasi.

Proses untuk mengolah “tambang” berharga ini agar kualitasnya berstandar internasional, Kementerian Ekraf resmi mendorong kolaborasi pelatihan dan pendampingan talenta lokal dengan Museum Studio, sebuah agensi pengalaman budaya elite asal Paris.

- Advertisement -

Kerja sama ini bukan sekadar urusan bisnis, melainkan langkah strategis untuk memoles kemampuan desainer, pengelola museum, dan profesional budaya di Indonesia. Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya menegaskan, fokus utama adalah peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) agar siap bertarung di kancah global.

“Kami melihat potensi besar untuk bekerja sama dalam bidang pelatihan, pendampingan, dan edukasi kreatif bagi para profesional museum, desainer, dan pengelola budaya,” ujar Menteri Ekraf, menyambut delegasi Museum Studio di Jakarta.

- Advertisement -

Ambisi kolaborasi ini ternyata jauh melampaui pelatihan biasa. Kementerian Ekraf juga ingin menjajaki riset bersama mengenai kontribusi proyek pusat kebudayaan terhadap perekonomian lokal.

Kemudian yang tak kalah penting, Kementerian Ekraf berencana menggandeng agensi internasional ini dalam penyusunan masterplan dan strategi desain untuk pembangunan atau revitalisasi museum, pusat budaya, dan creative hub di seluruh pelosok negeri.

Museum Studio sendiri bukan pemain kemarin sore. Agensi asal Kota Mode ini dikenal sebagai spesialis perancang pengalaman budaya yang menaungi lebih dari 400 profesional. Portofolio mereka mencakup proyek ikonik dunia, mulai dari Grand Egyptian Museum di Mesir hingga National Air & Space Museum di Amerika Serikat.

Lalu, apa yang membuat agensi sekelas Museum Studio, yang memiliki kantor di London, Milan, hingga New York, tertarik dengan Indonesia? Vincent Larnicol, Deputy CEO Museum Studio, mengungkapkan bahwa ketertarikannya berakar pada pengakuan global terhadap kemampuan lokal.

“Kami sangat tertarik untuk bekerja sama dengan Indonesia karena kami memiliki jaringan produk ritel di seluruh museum kami di berbagai negara. Tujuan kami bukan sekadar menjalin kerja sama bisnis, melainkan mencari cara terbaik untuk berkolaborasi, merancang dan memproduksi produk kreatif bernilai budaya tinggi. Indonesia dikenal memiliki keahlian dan keterampilan tangan yang luar biasa, yang diakui secara global,” jelas Vincent.

Artinya, produk-produk kreatif Indonesia berpotensi besar mengisi rak-rak ritel di museum-museum bergengsi dunia, menjembatani keindahan kerajinan lokal dengan standar desain global.

Menteri Ekraf menyambut positif inisiatif ini dan berjanji akan segera menindaklanjuti rencana tersebut dengan mengundang asosiasi dan lembaga terkait guna menyusun bentuk kolaborasi yang konkret. Diharapkan, kemitraan ini menjadi jalan tol bagi talenta kreatif Indonesia untuk berinovasi dan memperkuat posisinya di ekosistem kreatif dunia.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
3 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru