HOLOPIS.COM, JAKARTA – Ibu Kota resmi menyalakan mesin kreativitasnya! Art Jakarta 2025, yang kini memasuki edisi ke-15 telah berlangsung sukses meraih kekaguman dari 3-5 Oktober. Bertempat di JIExpo Kemayoran, event ini pun telah menegaskan posisinya sebagai titik temu seni rupa paling dinamis di Asia Tenggara.
Ajang bergengsi ini tak main-main, langsung menghadirkan formasi kolosal berupa 75 galeri ternama dari 16 negara, dengan keseimbangan menarik antara 40 galeri nasional dan 35 galeri internasional.
Event ini bukan sekadar pameran, melainkan perwujudan energi kolektif yang sangat menarik. Bahkan, 33 kelompok dan kolektif seniman dari berbagai kota turut serta dalam program Art Jakarta Scene, menunjukkan bahwa denyut nadi seni rupa Indonesia begitu kuat dan merata.
Seremoni pembukaan turut dihadiri oleh Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, yang didampingi Wamen Ekraf Irene, serta Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon dan Wamenbud Giring Ganesha Djumaryo.
Menteri Ekraf Teuku Riefky menegaskan bahwa Art Jakarta adalah barometer global dan mesin penggerak ekonomi. “Art Jakarta selaras dengan visi ekonomi nasional menjadikan kreativitas sebagai pilar pembangunan. Ini adalah momentum untuk memperkuat posisi Indonesia di peta seni rupa global,” ujarnya.
Direktur Art Jakarta, Tom Tandio, menggemakan sentimen ini, menekankan peran seni dalam menyatukan harapan di tengah tantangan global. “Seni menginspirasi, mendorong kemanusiaan untuk berubah, dan menyatukan kita dalam harapan membangun dunia yang lebih baik dan damai,” katanya.
Art Jakarta 2025 patut dikunjungi karena berbagai program khususnya yang memukau di samping kekuatan galeri yang dihadirkan. Perhatian utama tertuju pada Special Presentation, yang menampilkan karya monumental maestro seperti Eddie Hara dan Agus Suwage, hingga seniman kontemporer seperti Muklay.
Selain itu, ada SPOT, yang menjadi ruang pamer instalasi berskala besar dari seniman terkemuka seperti Ardi Gunawan dan Aditya Novali. Terakhir, program AJX membuka ruang kolaborasi internasional, yang paling menonjol adalah Korea Focus yang didukung langsung oleh pemerintah Korea Selatan dengan menghadirkan 12 galeri prestisius ke Jakarta.
Tak hanya pameran, Art Jakarta Talks juga menjadi forum intelektual penting, menghadirkan dialog antara seniman, kurator, dan kolektor. Bahkan, sesi tahun ini juga meluncurkan buku-buku seni dari penerbit independen, menguatkan ekosistem literasi seni di Indonesia.
Kemudian penyelenggara juga mengumumkan inisiatif baru yaitu peluncuran Art Jakarta Papers pada Februari 2026, sebuah pameran khusus yang didedikasikan untuk karya berbasis kertas, cetak, dan fotografi. Hal ini menunjukkan bahwa Art Jakarta tak hanya merayakan yang sudah ada, tetapi juga terus memperluas cakrawala eksplorasi seni rupa di masa depan.

