265 Warga Gowa Terdampak Angin Kencang
HOLOPIS.COM, JAKARTA - Bencana alam berupa cuaca ekstrem melanda ratusan rumah warga yang ada di Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan semenjak beberapa hari yang lalu.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, kejadian ini diawali oleh hujan deras disertai angin kencang yang menerjang permukiman warga.
"Bencana tersebut melanda tiga kecamatan, yakni Kecamatan Bajeng, Pallangga, dan Botomarannu," kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Rabu (8/10).
Akibat peristiwa ini, Abdul mengatakan bahwa setidaknya ada sebanyak 265 Kepala Keluarga (KK) terdampak. Adapun kerugian materiil yang diakibatkan dari bencana ini meliputi 2 fasilitas umum dan 265 unit rumah.
Kerusakan rumah tersebut dengan rincian 140 rumah dan 2 fasum rusak di Kecamatan Bontomarannu, 50 unit rumah mengalami rusak di Kecamatan Bajeng, dan 75 unit rumah mengalami kerusakan di Kecamatan Pallangga.
Menyusul kejadian tersebut, Abdul memastikan BPBD Kabupaten Gowa dan tim gabungan telah melakukan respons di lokasi terdampak.
"Selain itu, dilaporkan tim gabungan telah melakukan pembersihan material di lokasi-lokasi peristiwa dan menyalurkan bantuan dasar kepada warga terdampak," ujarnya.
Menyikapi laporan kejadian bencana di sejumlah daerah yang didominasi oleh cuaca ekstrem, Abdul mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan terhadap kemungkinan terjadinya bencana yang dipicu oleh cuaca ekstrem seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, maupun pohon tumbang.
"Pemerintah daerah bersama instansi terkait diharapkan memperkuat sistem peringatan dini serta memastikan kesiapan sarana dan prasarana penanggulangan bencana di wilayah masing-masing," imbaunya.
"Warga dimbau untuk waspada apabila harus beraktivitas di luar ruang saat hujan lebat disertai petir, menghindari area rawan bencana, serta terus memantau informasi cuaca resmi dari pemerintah agar langkah antisipasi dapat dilakukan sedini mungkin," sambungnya.