Dua CEPA, Satu Lompatan Besar: Indonesia Siap Gaet Wisatawan dan Investor Eropa–Kanada

29 Shares

JAKARTA – Indonesia baru saja membuka “gerbang emas” bagi kedatangan gelombang wisatawan berdaya beli tinggi dan investor serius dari dua kekuatan ekonomi besar dunia, Uni Eropa (EU) dan Kanada.

Sebab ini bukan sekadar perjanjian dagang biasa, penandatanganan Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU–CEPA) dan Indonesia–Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA–CEPA) diprediksi akan memicu efek domino yang spektakuler bagi sektor pariwisata dan investasi nasional.

- Advertisement -

Staf Ahli dan Juru Bicara Kemenko Perekonomian, Haryo Limanseto, menyatakan bahwa kedua kesepakatan ini adalah dorongan berantai yang akan memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi unggulan, menarik wisatawan high-value dan menciptakan ribuan lapangan kerja baru.

“Kedua kesepakatan ini tidak hanya menjadi tonggak penting dalam memperkuat kerja sama ekonomi, tetapi juga akan membuka jalan yang semakin luas bagi pengembangan sektor pariwisata Indonesia,” ungkap Haryo.

- Advertisement -

Peningkatan transaksi perdagangan dan jasa dipastikan akan menarik kunjungan wisatawan mancanegara berkualitas, yang secara langsung menyuntikkan likuiditas ke dalam ekonomi lokal.

Lonceng kemudahan berbunyi paling nyaring dari sisi pariwisata. Sekretaris Jenderal DPP Association of the Indonesian Tours & Travel Agencies (ASITA), Budi Ardiansjah, menyoroti kebijakan Uni Eropa yang memberlakukan Visa Cascade. Ini memungkinkan pemegang Visa Schengen yang telah memiliki izin sebelumnya untuk mendapatkan masa berlaku hingga lima tahun.

Kemudahan ini, yang awalnya dirancang untuk perjalanan ke Eropa, secara psikologis dan praktis juga memicu minat bepergian yang lebih besar, baik untuk wisata maupun bisnis, yang diharapkan berprinsip resiprokal.

“Kami berharap kemudahan serupa dapat diperoleh dari Kanada, dan yang terpenting adalah asas resiprokal. Penerapan asas ini harus diimbangi agar kemudahan yang kita berikan juga dikembalikan. Ini adalah kunci agar arus wisman ke Indonesia meningkat tajam,” tegas Budi.

Lebih lanjut, Budi mengatakan jika tidak bisa dipungkiri bahwa kebanyakan investasi itu masuk setelah investor melakukan perjalanan wisata terlebih dulu. “Biasanya mereka masuk, mereka terpukau oleh keindahan Indonesia—dari Bali, Labuan Bajo, hingga Danau Toba dan menyadari ada peluang emas di Indonesia, baru mereka berani menanamkan modal,” jelasnya.

Dengan demikian, peningkatan kunjungan wisatawan Eropa dan Kanada, yang disokong oleh kemudahan CEPA, bukan hanya mengisi kas industri pariwisata, tetapi berfungsi sebagai katalis utama yang membuka puluhan gerbang investasi bernilai miliaran dolar di berbagai sektor strategis.

Untuk memastikan manfaat CEPA ini dirasakan secara optimal, Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kolaborasi erat dengan pelaku usaha pariwisata dan mitra di Eropa dan Kanada adalah keharusan. ASITA berharap adanya lebih banyak keterlibatan langsung melalui pertemuan antara pelaku usaha, atau yang dikenal sebagai business matching (B2B).

“Kita berharap kita lebih banyak dilibatkan. Ini harus dipertemukan. Jadi bisa melalui tabletop atau business matching dan sebanyak-banyak yang bisa dilakukan. Itu salah satu cara mendekatkan antara kita sebutnya itu business to business. Jadi business to business harus dilakukan supaya peluang-peluang yang sudah dibuka tadi itu bisa langsung terasa,” tutup Budi.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
29 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru