Sabtu, 21 Feb 2026
BREAKING
Sabtu, 21 Feb 2026
MEMUAT...
-- --- ----
00:00:00
...
-- ...
Imsak 00:00
Subuh 00:00
Dzuhur 00:00
Ashar 00:00
Maghrib 00:00
Isya 00:00

Puntung Rokok Picu Petaka! 9,8 Hektar Kawasan Konservasi Gunung Batur Hangus dalam 7,5 Jam

24 Shares

KINTAMANI — Sebuah puntung rokok yang dibuang sembarangan diduga kuat menjadi pemicu kebakaran hebat yang melanda Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Batur Bukit Payang (GBBP), Bangli, menghanguskan sekitar 9,8 hektar lahan konservasi. Insiden yang dimulai pada Kamis (2/10/2025) dan baru berhasil dipadamkan setelah tim gabungan multipihak berjibaku selama 7,5 jam penuh ketegangan.

Api dilaporkan pertama kali oleh masyarakat pada pukul 11.50 WITA. Didorong oleh kondisi vegetasi bawah (savanna) yang kering kerontang dan tiupan angin yang sangat kencang, amukan si jago merah meluas dengan cepat, mengancam ekosistem penting di lereng Gunung Batur.

- Advertisement -

Upaya pemadaman ini tidak hanya melibatkan personel inti dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali dan Dinas Pemadam Kebakaran Bangli. Di garis depan, terbentuk koalisi darurat yang unik.

Mereka adalah gabungan dari TNI/Polri, Masyarakat Peduli Api (MPA) Batur, hingga para pelaku wisata lokal seperti Kelompok Ojek Wisata Gunung Sari Merta (GSM) dan Forum Pemandu Pendakian Gunung Batur (FP2GB).

- Advertisement -

Tim gabungan bahu-membahu menggunakan segala cara, mulai dari penyemprotan air dengan jet shooter, teknik tradisional kepyokan api (memukul api dengan ranting atau karung basah), hingga pembuatan sekat bakar untuk melokalisir pergerakan api.

“Ini adalah bukti sinergi luar biasa. Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak, termasuk para ojek wisata dan pemandu, yang telah bekerja sama secara sigap dan penuh dedikasi. Kerja sama lintas sektor ini membuktikan bahwa sinergi merupakan kunci utama dalam penanggulangan kebakaran hutan,” ujar Kepala Balai KSDA Bali, Ratna Hendratmoko, S.H., M.Hum.

Perjuangan yang dimulai menjelang tengah hari itu baru membuahkan hasil sekitar pukul 19.30 WITA. Namun, kerusakan ekologi sudah tak terhindarkan. Api menghanguskan hamparan savana serta sejumlah tumbuhan berkayu seperti Tusam (Pinus merkusii), Cemara gunung (Casuarina junghuhniana), dan Tiblun (Dodonaea viscosa), selain turut menurunkan kualitas udara akibat asap.

Meskipun api telah padam, petugas Resor KSDA TWA GBBP tetap melakukan pemantauan lanjutan hingga Jumat pagi untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi menyala kembali. Pihak BKSDA Bali mengimbau keras kepada seluruh pengunjung, khususnya para pendaki, untuk menghentikan kebiasaan ceroboh yang mengancam kawasan konservasi.

“Partisipasi masyarakat sangat penting untuk mencegah kebakaran hutan, terutama di kawasan konservasi yang memiliki nilai ekologi tinggi,” tegas Ratna, menekankan bahwa kelalaian sekecil apa pun, seperti membuang puntung rokok, dapat memicu kerugian alam yang masif dan membutuhkan sumber daya besar untuk dipulihkan.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
24 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru