Joko Anwar Hadirkan “Legenda Kelam Malin Kundang”, Kisah Rakyat Dibungkus Misteri Modern

26 Shares

“Apakah beban generasi sebelumnya dengan segala macam permasalahannya, apakah sebagai generasi yang melanjutkan kehidupan memang harus menerima beban tersebut, atau bisa menolak dan memulai dari kertas kosong? Itu yang menjadi keresahan kami ketika membuat film Legenda Kelam Malin Kundang,” ujar produser dan penulis skenario Joko Anwar.

Bagi Joko, film ini juga menegaskan pentingnya regenerasi di industri perfilman untuk memunculkan suara-suara baru dari sineas Indonesia. Hal ini juga untuk merawat kepercayaan penonton yang saat ini telah menaruh kepercayaan terhadap film-film Indonesia.

- Advertisement -

“Kita butuh orang-orang baru dari generasi baru dalam perfilman kita, agar film Indonesia beragam. Salah satu yang paling penting adalah dengan mengeluarkan suara-suara baru,” lanjut Joko Anwar.
Pengembangan cerita Legenda Kelam Malin Kundang membutuhkan proses yang tak sebentar. Di film ini, Rafki dan Kevin membawa kejujuran tentang apa yang menjadi keresahan mereka

“Kami berusaha untuk menampilkan karakter dan ceritanya dengan jujur. Berbagai hal yang dialami karakter di film, juga pernah dialami oleh kami sebagai manusia Bagaimana karakter bersikap, impuls yang diberikan ke pemeran, sedikit banyak ada hal yang kami bisa relate. Kami mencoba menginterpretasikan apa yang pernah kami rasakan di kehidupan sehari-hari di film ini,” ujar sutradara Rafki Hidayat & Kevin Rahardjo.

- Advertisement -

Rio Dewanto, yang memerankan karakter Alif menuturkan film ini memiliki lapisan karakterisasi yang akan membawa penonton ke sebuah misteri. Dengan interpretasi baru karakter Malin dalam legenda rakyat ikonik Malin Kundang, menurut Rio kisah di film ini membawa kesegaran dengan suara baru.

“Rafki dan Kevin membawa sebuah cerita yang terinspirasi dari salah satu legenda paling dikenal di Indonesia dengan suara dan cara yang baru. Dengan otentisitas keduanya, membuat film ini memiliki pendekatan kreatif yang berbeda sehingga terasa segar. Sebagai karakter, saya diajak untuk menyelami luka manusia yang terjadi antar-generasi,” tutup Rio Dewanto.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
26 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru