JAKARTA – Bernardo Tavares secara resmi mundur dari kursi pelatih utama PSM Makassar. Keputusan itu dibuat menyusul masalah tunggakan gaji klub terhadapnya.
“Terima Kasih Indonesia. Terima Kasih Sulawesi, Makassar. Terima Kasih PSM Makassar. Dengan penuh kesedihan, saya mengumumkan keberangkatan saya dari PSM Makassar, klub tertua di Indonesia, dengan sejarah hampir 110 tahun. Alasannya adalah kurangnya pembayaran gaji, situasi yang saya hadapi selama 3 setengah tahun saya menjadi pelatih, namun yang kini menjadi tidak berkelanjutan,” tulis Tavares di media sosial Instagram @bernardotavares80, seperti dikutip Holopis.com.
“Musim lalu, saya bertemu dengan manajemen (Pak Fajrin dan Pak Aksa), yang meyakinkan saya akan stabilitas keuangan dan proyek yang kuat untuk 2025/26,” tambahnya.
“Saya menolak tawaran lain untuk melanjutkan, tetapi kesulitan tetap ada. Sangat sulit untuk mengontrak pemain karena larangan FIFA dan reputasi buruk klub mengenai pembayaran, tetapi meski begitu, kami berhasil membangun tim yang kompetitif, hari ini sangat dihargai di Transfermarkt,” sambungnya.
Lebih lanjut, Tavares menyampaikan bahwa saat ini adalah waktu yang tepat untuk membuat keputusan, meninggalkan PSM Makassar.
“Selama periode ini, terlepas dari keterbatasan, kami menciptakan ikatan yang sangat kuat antara staf, pemain, dan penggemar, yang memungkinkan kami untuk mengatasi semua rintangan. Saya pergi sekarang, selama istirahat FIFA (jeda internasional) ini, sehingga klub punya waktu untuk mencari pelatih baru sebelum pertandingan pada 19 Oktober,” ujarnya lagi.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Appi Munafri yang telah mengontrak saya di tahun 2022 para staf, para pemain yang selalu menunjukkan kesetiaan dan kerja keras, dan terutama para fans, hati sejati PSM Makassar,” sambungnya.
“Bahkan dengan masalah keuangan yang serius, kehilangan pemain kunci setiap musim, bermain dua tahun di luar Sulawesi tanpa stadion di Makassar, bersama-sama kita meraih prestasi bersejarah,” jelasnya.



