Waspada! Lonjakan Kuota Bisa Jadi Tanda HP Kamu Dibajak!

0 Shares

JAKARTA – Perangkat komunikasi seperti ponsel kini semakin rawan disusupi peretasan maupun penyadapan. Modus ini sering tidak disadari pengguna, padahal risikonya besar: mulai dari aktivitas yang diawasi (spying) hingga pencurian data penting di dalam perangkat (cracking).

Data yang berhasil dicuri pelaku bisa dijual di pasar gelap, bahkan dimanfaatkan untuk menguras rekening korban lewat transaksi finansial. Lalu bagaimana cara mengetahui HP kita sedang disadap atau tidak? Berikut penjelasan dari ahli keamanan digital, Teguh Aprianto.

Lonjakan penggunaan data internet

Salah satu peretas dari kalangan white hacker sekaligus pendiri Ethical Hacker Indonesia, Teguh Aprianto menjelaskan, bahwa jika biasanya penggunaan data hanya ratusan MB, tiba-tiba bisa naik drastis hingga beberapa GB. Maka kamu perlu sangat waspada, karena bisa jadi kamu menjadi salah satu korban aksi peretasan. Hal ini karena penyadap menarik data dari ponsel korban sehingga penggunaan data mendadak melonjak tanpa sebab.

“Kalau untuk diakses yang paling gampang untuk semua orang itu siapapun bisa melakukannya cukup monitor penggunaan paket data. Jadi kalau tiba-tiba misalnya penggunaan harian kita nih normal nya ratusan mb tiba-tiba ada lonjakan jadi misalnya 5gb, nah itu salah satu indikasi,” kata Teguh seperti dikutip Holopis.com dari kanal Youtube @risyadandson.

Gejala tak wajar pada perangkat

HP cepat panas, baterai cepat habis, atau muncul aplikasi asing yang tidak pernah diinstal pengguna. Maka sebaiknya lakukan pengecekan berkala terhadap perangkat kamu apakah ada indikasi terjadinya kebocoran data karena hadirnya aplikasi yang tidak dikenali.

Pastikan indikator kamera aktif tidak menyala tanpa diperintah, biasanya terdapat icon hijau kecil di pojok kanan atas pada perangkat bersistem operasi Android. Hal ini untuk memastikan tidak ada aktivitas spying terjadi pada perangkat kamu.

- Advertisement -

Pencegahan Penyadapan

Teguh menegaskan bahwa tidak ada sistem yang benar-benar 100% aman, apalagi perangkat berbasis Android. Terlebih lagi jika seseorang tersebut memang sedang dijadikan target operasi kegiuatan peretasan.

“Kalau kita udah ditargetin kayaknya siapapun bisa disadap,” katanya.

Meski begitu, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk meminimalisasi risiko:

– Waspada aplikasi asing : banyaknya aplikasi memperbesar peluang adanya sisipan berbahaya.

– Hindari jebakan social engineering (soceng) : metode manipulasi psikologis, bahkan bisa datang dari orang terdekat.

– Kenali Sim Swap/SS7 Attack : metode murah yang sering dipakai untuk membajak akun lewat OTP, kerap menimpa aktivis atau target khusus.

– Gunakan fitur auto disappear : untuk komunikasi sensitif, bisa memakai pesan yang otomatis terhapus.

– Jangan terlalu percaya end-to-end encryption : istilah ini kerap hanya jadi jargon pemasaran, sebab tetap ada celah penyusupan di balik fitur tersebut.

– Bijak dalam penggunaan perangkat : jangan asal menggunakan jaringan internet public untuk mengakses sistem perbankan. Hindari asal download gambar apalagi obyek tipuan seperti kiriman surat undangan pernikahan yang disebut PDF padahal itu adalah bot aplikasi untuk melakukan spying.

Nah, itu dia update terbaru tips untuk menjaga agar perangkat kamu tidak menjadi korban peretasan. Ingat bahwa kejahatan tidak selalu datang karena adanya niat pelaku, akan tetapi bisa terjadi karena adanya kelalaian pengguna (insider theards).

So, untuk sobat Holopis, jangan sampai ketinggalan info menarik lainnya ya!

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Muhammad Aqil Hadi
Muhammad Aqil Hadi
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU