SITUBONDO — Lupakan sejenak safari di Serengeti atau Kruger. Indonesia punya Baluran, sebuah taman nasional di ujung timur Pulau Jawa yang menawarkan pengalaman serupa dengan sentuhan lokal. Dijuluki “Afrika-nya Indonesia,” Taman Nasional Baluran adalah perpaduan unik antara padang savana, hutan tropis, dan pantai yang memukau.
Begitu memasuki area utama, mata Anda akan disuguhkan oleh bentangan padang savana yang luas. Di musim kemarau, rumput-rumput cokelat kekeringan, menciptakan lanskap yang mirip film-film dokumenter alam. Namun, jangan salah, ini adalah panggung utama bagi kehidupan liar.
Berbagai satwa endemik seperti banteng Jawa, rusa, kerbau, dan merak hidup bebas di sini. Pemandangan banteng-banteng yang sedang minum di kubangan lumpur atau merak yang sedang mengembangkan ekornya adalah pemandangan yang tak terlupakan.
Musim kemarau adalah saat yang paling mendebarkan. Hutan kering dan rumput mengering, membuat Baluran sangat rentan terhadap kebakaran. Namun, dari bencana ini, kehidupan baru muncul. Setelah hujan pertama turun, padang yang hangus terbakar kembali menghijau, seolah-olah alam sedang terlahir kembali.
Baluran tidak hanya savana. Hutan bakau (mangrove) yang rimbun di sepanjang pantai adalah zona transisi yang vital bagi ekosistem. Di sini, berbagai burung migran dan satwa air mencari perlindungan. Menjelajahi hutan mangrove dengan perahu adalah pengalaman yang menenangkan, jauh dari hiruk-pikuk kehidupan modern.
Di balik rimbunnya hutan mangrove, terbentang pantai-pantai cantik dengan ombak yang tenang. Pantai Bama dan Pantai Bilik adalah surga tersembunyi bagi mereka yang ingin snorkeling atau sekadar bersantai. Terumbu karang yang masih terjaga dan ikan-ikan yang berwarna-warni membuat aktivitas di bawah air terasa seperti di dalam akuarium raksasa.
Taman Nasional Baluran ditetapkan pada tahun 1980, jauh sebelum eco-tourism menjadi tren. Sejak saat itu, Baluran menjadi benteng terakhir bagi banyak spesies yang terancam punah, terutama banteng Jawa yang populasinya terus menurun di habitat lain. Upaya konservasi yang dilakukan di sini telah menunjukkan hasil yang positif.
Mengunjungi Baluran bukan hanya sekadar liburan, melainkan sebuah pelajaran berharga tentang pentingnya menjaga alam. Di sini, Anda akan melihat bagaimana keseimbangan alam bekerja, dari savana yang kering hingga hutan yang rimbun, semuanya adalah bagian dari siklus kehidupan yang abadi.


