BANGKA TENGAH — Desa nelayan Batu Belubang di Kabupaten Bangka Tengah bukan lagi sekadar tempat perahu pulang-pergi. Seiring waktu, desa ini bertransformasi menjadi surga tersembunyi yang menyimpan pesona magis, tak hanya di bawah laut, tapi juga di daratan.
Nama desa ini sendiri diambil dari sebuah batu unik yang memiliki lubang, yang konon, menyimpan cerita unik. Ajaib adalah kata yang tepat untuk menggambarkan pengalaman di sini. Bayangkan, Anda bisa menikmati tradisi unik, Kirab 1.000 Telur, yang digelar warga sebagai bentuk syukur.
Selain itu, Anda juga akan disambut dengan kuliner khas yang tak ada duanya, seperti rusip (fermentasi ikan) dan kricu (kerupuk berbahan dasar kulit ikan). Dua makanan ini mungkin terdengar asing, tapi dijamin akan memanjakan lidah Anda.
Wisata di Batu Belubang tidak hanya berfokus pada keindahan alamnya, tetapi juga pada budaya dan keramahan warganya. Para wisatawan diajak merasakan langsung kehidupan sehari-hari nelayan, dari mulai menebar jala hingga mengolah hasil tangkapan.
Sehingga destinasi wisata Ini bukan sekadar tempat untuk liburan, tapi sebuah pelajaran berharga tentang kearifan lokal. Keunikan lain yang ditawarkan desa ini adalah “wisata lubang” itu sendiri. Meski batu aslinya sudah mulai tertimbun, cerita di baliknya tetap hidup.
Warga setempat dengan senang hati akan berbagi kisah mistis dan legenda yang membuat Anda merinding sekaligus penasaran. Bahkan, bagi yang berani, bisa mencoba menelusuri jejak-jejak lubang lain yang tersembunyi di sepanjang pantai.
Batu Belubang menjual lebih dari sekadar pemandangan. Destinasi ini menawarkan sebuah pengalaman otentik, di mana Anda bisa merasa menjadi bagian dari keluarga besar nelayan, tertawa bersama, dan berbagi cerita di bawah langit senja.
Jadi, kalau Anda mencari tempat liburan yang berbeda dan bikin lupa pulang, datanglah ke Batu Belubang. Siapa tahu, Anda akan menemukan keajaiban Anda sendiri di sana.

