JAKARTA – Presiden Prancis Emmanuel Macron mengakui keberadaan negara Palestina, pada pertemuan puncak tinggat tinggi menjelang pertemuan tahunan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNGA) di New York. Dalam pertemuan itu, Prancis dan Arab Saudi hadir sebagai tuan rumah di New York, Amerika Serikat.
Dalam pidatonya, Macron mengatakan bahwa solusi dua negara antara Palestina dan Israel menjadi solusi negara-negara internasional dan mereka yang memiliki andil harus melakukan upaya semaksimal mungkin.
“Kita semua, dan ini adalah tanggung jawab kita, untuk melakukan segala daya upaya kita guna menjaga kemungkinan solusi dua negara,” kata Macron, dikutip Holopis.com, Rabu (23/9).
Macron kemudian mengungkapkan secara lantang bahwa Prancis saat ini sudah resmi mengakui negara Palestina.
“Hari ini, saya menyatakan bahwa Prancis mengakui negara Palestina,” kata Macron.
Lebih banyak negara kini menambah daftar panjang pengakuan terhadap Palestina, bergabung dengan sekitar 147 dari 193 anggota PBB yang sudah secara resmi mengakui kenegaraan Palestina pada April lalu.
Dengan lebih dari 80 persen komunitas internasional yang kini memberikan pengakuan, tekanan diplomatik terhadap Israel semakin menguat. Hal itu terjadi di tengah agresi yang masih berlangsung di Gaza, di mana lebih dari 65.300 warga Palestina telah tewas dan wilayah tersebut hancur menjadi puing-puing.
Sebelumnya, Presiden Prabowo dalam pertemuan itu juga menyerukan pengakuan Palestina dan mendesak negara-negara lain untuk ikut bersatu mendukung Palestina. Prabowo mengatakan bahwa menghentikan perang adalah prioritas bersama.
“Kepada mereka yang belum bertindak, kami katakan sejarah tidak akan menunggu. Kita harus mengakui Palestina sekarang. Kita harus menghentikan bencana kemanusiaan di Gaza. Mengakhiri perang adalah prioritas utama kita. Kita siap mengambil bagian dalam perjalanan menuju perdamaian,” kata Prabowo.

