MEMUAT...
-- --- ----
00:00:00
...
-- ...
Imsak 00:00
Subuh 00:00
Dzuhur 00:00
Ashar 00:00
Maghrib 00:00
Isya 00:00

Dua Lipa Pecat Manager Usai Kontroversi Larangan Band Pro-Palestina di Glastonbury

3 Shares

JAKARTA – Penyanyi internasional Dua Lipa kembali mencuri perhatian publik setelah mengambil langkah tegas memutus kerja sama dengan manajer lamanya, David Levy.

Keputusan ini diambil usai Lipa mengetahui keterlibatan Levy dalam surat larangan yang ditujukan kepada grup hip hop KNEECAP agar tidak tampil di festival musik Glastonbury.

- Advertisement -

KNEECAP dikenal vokal mengangkat isu Palestina dalam karya mereka. Sikap Levy dianggap bertolak belakang dengan pendirian Dua Lipa yang sejak lama bersuara lantang mendukung Palestina.

Seorang sumber dekat menyebut, Lipa menilai Levy sebagai sosok yang berpihak pada perang Israel di Gaza dan perlakuan buruk terhadap rakyat Palestina.

- Advertisement -

Kontroversi Surat Larangan KNEECAP

Awalnya, Dua Lipa tidak mengetahui peran mantan manajernya dalam penandatanganan surat tersebut. Namun, ketika surat itu dipublikasikan, ia langsung mengambil keputusan berpisah dengan Levy. Surat penolakan KNEECAP tampil di Glastonbury sendiri diketahui ditandatangani oleh sekitar 30 profesional industri musik.

Menurut produser Toddla T, yang pernah bekerja sama dengan KNEECAP dalam album Fine Art tahun 2024, langkah tersebut merupakan bentuk terkoordinasi untuk membungkam musisi kelas pekerja asal Belfast. Ia mempertanyakan mengapa tindakan itu dilakukan secara diam-diam, alih-alih menyatakan penolakan secara terbuka jika memang ada alasan kuat.

Dukungan Meluas untuk KNEECAP

Kontroversi ini justru memicu gelombang dukungan luas bagi KNEECAP. Lebih dari 100 musisi kemudian ikut menandatangani surat terbuka yang mendesak grup tersebut tetap bisa tampil di festival bergengsi itu. Isu ini juga memperkuat sorotan terhadap bagaimana industri musik global merespons persoalan politik dan kemanusiaan.

Dua Lipa sendiri bukan sosok baru dalam menyuarakan solidaritas terhadap Palestina. Dalam wawancara bersama Rolling Stone pada 2023, ia pernah menyinggung minimnya pemimpin dunia yang berani bersuara soal krisis kemanusiaan di Gaza serta mendesak pentingnya gencatan senjata.

Meski hingga kini ia belum memberikan komentar langsung mengenai perpisahannya dengan Levy, sikap tegasnya kali ini semakin menegaskan konsistensinya dalam mendukung isu tersebut.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
3 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru