JAKARTA – Inggris secara resmi mengakui Palestina sebagai sebuah negara. Pengumuman bersejarah itu disampaikan langsung oleh Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, pada Minggu (21/9/2025), menjelang Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York.
Dalam pernyataan video, Starmer menegaskan keputusan ini diambil demi membuka jalan menuju perdamaian yang lebih nyata di Timur Tengah.
“Menghadapi kengerian yang semakin meningkat di kawasan, kami bertindak untuk menjaga kemungkinan perdamaian dan solusi dua negara,” ujarnya dikutip Holopis.com dari Antara, Senin (22/9/2025).
Menurut Starmer, pengakuan Palestina berarti menghadirkan Israel yang aman dan terlindungi berdampingan dengan negara Palestina yang layak. “Saat ini, kita tidak memiliki keduanya,” tambahnya.
Langkah ini bukan keputusan mendadak. Pada Juli lalu, Starmer telah menegaskan bahwa Inggris akan mengakui Palestina pada September 2025, kecuali Israel menunjukkan langkah konkret menuju perdamaian. Tekanan internasional dan desakan dari berbagai pihak di dalam negeri mempercepat proses pengakuan resmi ini.
Tidak hanya Inggris, negara-negara besar lain juga mengikuti jejak serupa. Australia dan Kanada pada awal pekan ini mengumumkan pengakuan resmi terhadap Palestina.
Sementara itu, Prancis, Luksemburg, dan Malta sudah lebih dulu menyampaikan niat mereka untuk mendukung status kenegaraan Palestina di Sidang Umum PBB.
Wakil Perdana Menteri Inggris, David Lammy, dalam wawancara dengan BBC menyatakan bahwa “sekaranglah saatnya untuk memperjuangkan solusi dua negara.”
Namun, keputusan ini langsung memicu reaksi keras dari Israel. Pemerintah Israel menyebut langkah Inggris dan sekutunya sebagai tindakan yang “tidak masuk akal”.
Meski demikian, pengakuan ini diyakini bakal menjadi momentum penting dalam diplomasi internasional. Dukungan negara-negara Barat terhadap Palestina bisa memberi tekanan baru kepada Israel agar kembali membuka jalur dialog menuju perdamaian yang berkelanjutan.
Dengan semakin banyak negara yang mengakui Palestina, solusi dua negara yang selama ini hanya sebatas wacana, kini mulai tampak lebih nyata di mata dunia.

