JAKARTA – Komisioner PBB Chris Sidoti mengatakan bahwa Kementerian Luar Negeri Israel terus memberikan jawaban yang membosankan terkait pembelaan mereka yang membantah bahwa mereka sudah melakukan genosida di Gaza.
Sangking membosankan dan standar, Chris Sidoti sampai mengatakan bahwa Israel seperti menggunakan ChatGPT dalam mengeluarkan pembelaan yang berulang.
“Jujur, jawaban dari Israel semakin ke sini semakin membosankan. Mereka selalu memberikan jawaban yang sama. Mereka merespons jawaban pakai ChatGPT belakangan ini,” kata Chris Sidoti, dikutip Holopis.com, Minggu (21/9).
Chris pun merasa heran, padahal Israel diketahui mengeluarkan banyak biaya untuk propaganda di Kementerian Luar Negeri. Namun mereka tak juga mendapatkan ide baru untuk melakukan pembelaan
“Mereka menghabiskan banyak yang di Kementerian Luar Negeri untuk Propaganda. Kalian mungkin berpikir mereka akan mendapatkan ide baru,” kata Chris.
Bahkan, Chris mengatakan Israel tak juga memberikan bukti terkait tudingan-tudingan dunia internasional bahwa mereka sedang melakukan genosida di Palestina.
“Saya ingin mereka menunjukkan bukti, tetapi mereka tidak pernah menunjukkan bukti, Mereka mengetik laporan di ChatGPT, dan mereka memberikan respon standar,” pungkasnya.
Sementara itu, saat ini Israel terus mengganas. Sejauh ini 14 orang meninggal dunia sejak subuh di Gaza. Pembunuhan ini terjadi setelah Israel sebelumnya membunuh 91 warga Gaza dalam sehari.

