JAKARTA – Marc Marquez semakin dekat dengan gelar juara dunia MotoGP 2025. Pebalap Ducati Lenovo itu berpeluang mengunci titel juara dunia kesembilan dalam kariernya pada seri MotoGP Jepang di Sirkuit Motegi, akhir September ini.
Saat ini, Marquez sudah mengoleksi 512 poin dan unggul jauh dari adiknya, Alex Marquez, yang berada di posisi kedua dengan 330 poin.
Dengan selisih 182 poin dan enam balapan tersisa, Marquez hanya butuh unggul empat poin saja dari Alex di Motegi untuk memastikan trofi juara dunia kembali ke genggamannya.
Namun, perjalanan Marc Marquez tidak akan mulus begitu saja. Meski bisa mengunci gelar lebih awal di Jepang, pebalap berjuluk Baby Alien itu masih harus menghadapi lintasan yang ia sebut paling menantang Sirkuit Mandalika (Indonesia) dan sirkuit Sepang (Malaysia).
“Mandalika, bersama dengan Sepang, adalah sirkuit yang paling sulit. Kita lihat saja apakah kami bisa bersaing untuk merebut kemenangan di sana. Tapi sejauh ini, aku bahkan belum pernah menuntaskan balapan Grand Prix di Mandalika!” ungkap Marquez dikutip Holopis.com dari Crash, Minggu (21/9/2025).
Sejak MotoGP kembali digelar di Indonesia pada 2022, Marquez memang belum sekalipun finis di Sirkuit Mandalika. Bahkan pada edisi tahun lalu, ia gagal melanjutkan balapan akibat insiden di lap awal.
Sementara di Sepang, Marquez hanya dua kali naik podium tertinggi sepanjang kariernya, meski trek Malaysia dikenal sebagai salah satu favorit pebalap karena kondisi cuaca yang ekstrem.
Marquez mengakui, menyelesaikan balapan di Mandalika akan menjadi prioritas utamanya usai mengunci gelar.
“Kuharap bisa menjadi yang pertama kali aku menyelesaikan balapan di Mandalika. Kalau bisa naik podium, tentu akan sangat spesial,” ucap pebalap berusia 32 tahun itu.
MotoGP Jepang sendiri akan menjadi seri pembuka rangkaian balapan di Asia-Pasifik, sebelum lanjut ke Mandalika (Indonesia), Phillip Island (Australia), dan Sepang (Malaysia).
Jika sukses mengamankan titel lebih cepat, Marquez bisa tampil lebih lepas di tiga balapan berikutnya dan fans Indonesia menanti apakah sang legenda mampu menaklukkan kutukan Mandalika.

