JAKARTA – Peringatan Hari Alzheimer Sedunia setiap 21 September bukan hanya menjadi agenda internasional. Hari ini juga menjadi momentum bagi masyarakat untuk ikut terlibat secara nyata. Alzheimer bukan sekadar penyakit yang merenggut ingatan, tetapi juga memengaruhi kualitas hidup keluarga, sahabat, dan orang-orang yang merawatnya. Karena itu, keterlibatan publik sangat penting untuk menghapus stigma, meningkatkan kesadaran, sekaligus memperkuat dukungan sosial.
Meski terdengar besar, langkah untuk terlibat sebenarnya bisa dimulai dari hal-hal sederhana. Setiap orang punya ruang untuk berkontribusi, baik lewat suara, waktu, maupun aksi kecil di lingkungan sekitar.
Bagikan Cerita
Banyak orang merasa sendirian ketika berhadapan dengan Alzheimer. Dengan membagikan pengalaman, baik lewat tulisan, video, maupun percakapan sehari-hari, kita bisa membantu orang lain merasa lebih dimengerti dan diterima.
Sebarkan Kesadaran
Media sosial bisa menjadi alat sederhana yang kuat. Mengunggah informasi tentang gejala awal Alzheimer, membagikan tautan artikel, atau menggunakan tagar kampanye global dapat membuka percakapan yang lebih luas di masyarakat.
Ikut Menggalang Dana
Tidak harus acara besar. Penggalangan dana bisa dilakukan lewat kegiatan santai seperti lomba kecil, acara komunitas, atau jualan makanan. Dana yang terkumpul dapat disalurkan untuk mendukung penelitian atau membantu keluarga penyintas.
Menjadi Relawan
Meluangkan waktu di pusat perawatan atau komunitas pendamping demensia adalah bentuk kepedulian nyata. Kehadiran sederhana seperti menemani berbincang, membantu aktivitas, atau sekadar tersenyum sering kali berarti banyak bagi mereka.
Memberi Donasi
Bagi yang tidak bisa terlibat langsung, donasi tetap menjadi langkah penting. Dukungan finansial akan membantu keluarga pasien memperoleh layanan kesehatan, perawatan, dan dukungan psikososial yang lebih baik.
Tidak ada kontribusi yang terlalu kecil dalam perjuangan melawan Alzheimer. Dari berbagi cerita sampai berdonasi, setiap langkah dapat memberi dampak.
Sobat Holopis, mari jadikan Hari Alzheimer Sedunia sebagai pengingat bahwa kepedulian kita bersama mampu menciptakan masyarakat yang lebih ramah dan penuh empati bagi mereka yang terdampak demensia.


