JAKARTA – Meta resmi memperkenalkan Ray-Ban Display, kacamata pintar AI generasi terbaru yang menggabungkan desain klasik Ray-Ban dengan teknologi layar mini penuh warna serta gelang pengontrol saraf Meta Neural Band. Produk inovatif ini diumumkan langsung oleh CEO Meta, Mark Zuckerberg, dalam acara Meta Connect 2025.
Berbeda dari pendahulunya, Ray-Ban Display hadir dengan layar resolusi tinggi di sisi kanan lensa yang mampu menampilkan pesan, notifikasi, navigasi, hingga terjemahan real-time tanpa mengganggu pandangan. Layar ini hanya aktif saat dibutuhkan, sehingga tetap nyaman digunakan sehari-hari.
Setiap pembelian Ray-Ban Display sudah termasuk Meta Neural Band, gelang futuristis berbasis elektromiografi (EMG) yang mampu membaca sinyal saraf-otot di pergelangan tangan. Dengan gerakan jari sederhana, pengguna dapat menggulir menu, mengetik di udara, mengontrol musik, hingga memotret dengan kamera kacamata secara intuitif.
Meta menyebut teknologi EMG ini dikembangkan lebih dari empat tahun dengan melibatkan lebih dari 200 ribu partisipan, dan dirancang agar dapat digunakan oleh hampir semua orang, termasuk penyandang disabilitas.
Fitur Unggulan Meta Ray-Ban Display

Kacamata ini tetap mempertahankan gaya klasik Ray-Ban, dilengkapi lensa Transitions yang otomatis menyesuaikan cahaya. Neural Band hadir dalam tiga ukuran, memiliki ketahanan air IPX7, baterai hingga 18 jam, dan menggunakan material Vectran yang juga dipakai di misi Mars Rover NASA.
Harga dan Ketersediaan
Ray-Ban Display dibanderol mulai USD 799 atau sekitar Rp 13 jutaan, termasuk Neural Band. Kacamata ini memiliki daya tahan baterai 6 jam penggunaan campuran, atau hingga 30 jam dengan case pengisi daya.
Penjualan resmi dimulai 30 September 2025 di Amerika Serikat melalui Best Buy, LensCrafters, Sunglass Hut, dan Ray-Ban Stores. Meta berencana melakukan ekspansi ke Kanada, Prancis, Italia, dan Inggris pada awal 2026.
Peluncuran ini juga menandai strategi Meta memperluas tiga lini kacamata AI: AI Kamera (Ray-Ban & Oakley), AI Display (Ray-Ban Display), serta AR Orion yang masih berupa prototipe dengan layar holografik besar.
Dengan inovasi ini, Meta semakin serius menghadirkan perangkat AI wearable yang tak hanya canggih, tetapi juga fashionable.

