JAKARTA – Marc Marquez kembali menunjukkan kelasnya di MotoGP San Marino 2025. Setelah gagal finis (DNF) di sprint race pada Sabtu (13/9/2025), sang juara asal Spanyol bangkit dengan kemenangan gemilang di race utama Misano, Minggu (14/9).
Duel sengit dengan Marco Bezzecchi murid dari legenda MotoGP Valentino Rossi berhasil dituntaskannya dengan raihan podium tertinggi.
Kemenangan ini membuat Marquez semakin kokoh di puncak klasemen MotoGP 2025. Dengan keunggulan poin yang terus melebar, hanya tinggal menunggu waktu baginya untuk mengunci gelar juara dunia musim ini.
Jika tercapai, gelar tersebut akan menjadi titel ketujuh Marquez di kelas utama, sekaligus menyamai rekor Valentino Rossi yang juga mengoleksi 7 gelar dunia. Saat ini, catatan terbanyak masih dipegang Giacomo Agostini dengan 8 gelar.
Selain itu, kemenangan di Misano juga mencatatkan sejarah baru bagi Marquez. Ia kini sudah mengoleksi 73 kemenangan dan 125 podium di kelas utama MotoGP.
Rekor podium terbanyak saat ini masih dipegang Rossi dengan 199 podium, sehingga Marquez masih butuh 74 podium tambahan untuk menyamai capaian tersebut.
Dari sisi kemenangan, jarak Marquez dengan Rossi semakin mengecil. Rossi masih memimpin daftar sepanjang masa dengan 89 kemenangan, sementara Marquez menguntit dengan 73. Artinya, Marquez hanya membutuhkan 16 kemenangan lagi untuk menyamai torehan sang legenda Italia.
Tak hanya itu, dalam hal pole position, Marquez bahkan sudah memimpin jauh. Ia tercatat sebagai pemegang pole terbanyak di kelas utama dengan 74 kali start terdepan, unggul atas Mick Doohan (58), Rossi (55), Jorge Lorenzo (43), dan Casey Stoner (39).
Sejak debutnya di MotoGP pada 2013, Marquez langsung mencuri perhatian dengan podium perdana di Qatar dan kemenangan pertama di GP Americas. Hingga kini, ia sudah tampil dalam 205 balapan dengan catatan impresif yang menempatkannya sejajar dengan legenda-legenda besar olahraga ini.
Dengan performa konsisten sepanjang musim 2025, Marquez bukan hanya memburu gelar juara dunia ke-7, tetapi juga semakin dekat menorehkan namanya di buku sejarah MotoGP sebagai salah satu pembalap terbaik sepanjang masa. Jika tren kemenangan ini berlanjut, bukan mustahil ia mampu melewati rekor Rossi maupun Agostini.

