Jakarta Diguyur Hujan pada Kamis Sore, Ini Rinciannya per Wilayah
JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi sebagian besar wilayah Jakarta akan diguyur hujan petir pada Kamis (18/9/2025) sore. Warga Ibu Kota diimbau waspada, terutama saat beraktivitas di luar ruangan pada sore hingga malam hari.
Berdasarkan prakiraan cuaca, Jakarta Barat akan berawan tebal sejak pagi pukul 07.00 WIB. Kondisi berlanjut menjadi berawan hingga siang hari. Namun, hujan petir diperkirakan turun pada pukul 16.00 WIB, sebelum kembali berawan tebal pada malam hari. Suhu udara di kawasan ini berkisar antara 23–31 derajat Celcius.
Sementara itu, Jakarta Pusat dan Jakarta Utara akan didominasi cuaca berawan sejak pagi hingga siang. Hujan petir diprakirakan turun pada sore hari pukul 16.00 WIB. Setelah itu, cuaca akan membaik menjadi cerah berawan hingga malam. Suhu rata-rata di kedua wilayah ini mencapai 24–31 derajat Celcius.
Untuk Jakarta Selatan, BMKG memprediksi cuaca berawan tebal sejak pagi, kemudian berawan pada siang hari. Saat sore menjelang, hujan petir akan melanda wilayah ini, lalu berangsur menjadi hujan ringan pada malam pukul 19.00 WIB. Kondisi kembali berawan tebal sekitar pukul 22.00 WIB. Suhu udara diperkirakan 23–32 derajat Celcius.
Di Jakarta Timur, cuaca diawali berawan tebal pada pagi hari, cerah berawan menjelang siang, lalu berawan pada pukul 13.00 WIB. Sore hari, hujan ringan akan turun hingga malam pukul 19.00 WIB. Kondisi diprediksi kembali berawan pada pukul 22.00 WIB. Suhu udara berkisar 23–32 derajat Celcius.
Sedangkan Kepulauan Seribu diperkirakan mengalami cuaca ekstrem dengan hujan petir yang berlangsung hampir sepanjang hari, baru mereda menjelang pukul 22.00 WIB. Suhu udara rata-rata di kawasan ini sekitar 26–29 derajat Celcius.
Dengan prakiraan cuaca tersebut, BMKG mengingatkan masyarakat untuk tetap berhati-hati, khususnya bagi pengguna kendaraan bermotor maupun aktivitas di luar rumah pada sore hari. Hujan petir berpotensi menimbulkan genangan, jarak pandang terbatas, hingga risiko gangguan lalu lintas.