JAKARTA – Bencana banjir melanda sejumlah pemukiman warga yang tersebar di sejumlah Provinsi sejak beberapa waktu yang lalu.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menjelaskan, dari laporan pertama yang diterima banjir terjadi di Kabupaten Mamuju Tengah, Provinsi Sulawesi Barat.
“Banjir terjadi akibat hujan intensitas tinggi. Tiga kecamatan terdampak, yaitu Topoyo, Tobadak, dan Karossa,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Kamis (18/9).
Abdul menjelaskan bahwa setidaknya ada sebanyak 51 KK/162 jiwa terdampak bencana banjir. Kerugian material meliputi 51 unit rumah serta akses jalan di Dusun Salulekbo, Desa Batu Parigi.
“Kondisi banjir berangsur surut dan jalan sudah dapat dilalui,” imbuhnya.
Bencana banjir berikutnya disampaikan oleh Abdul terjadi di Kota Bontang, Provinsi Kalimantan Timur, pada Selasa (16/9). Banjir terjadi akibat hujan deras. Wilayah terdampak meliputi Kecamatan Bontang Utara, Bontang Barat, dan Bontang Selatan.
“Sebanyak 4.699 jiwa dan 1.635 unit rumah terdampak,” ujarnya.
Diketahui Gubernur Kalimantan Timur telah menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi basah dan kering nomor 100.3.3.1/K.212/2025 berlaku 7 Juli hingga 31 Desember 2025.
“Kondisi terkini banjir telah surut,” ucapnya.
Di Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, lanjut Abdul, banjir setinggi 15–100 cm terjadi pada Rabu (17/9) akibat curah hujan tinggi dan kontur tanah rendah.
Wilayah terdampak berada di Desa Pasir Gadung, Kecamatan Cikupa sehingga setidaknya ada sebanyak 1.500 KK terdampak.
“Laporan terkini banjir belum surut,” tuturnya.
Abdul kemudian menambahkan, bencana banjir lainnya terjadi di Kabupaten Melawi, Provinsi Kalimantan Barat sejak Selasa (16/9).
Bencana banjir terjadi akibat curah hujan tinggi yang menyebabkan Sungai Cina dan Pinoh meluap. Lima desa di Kecamatan Tanah Pinoh terdampak, yaitu Batu Luar, Madong, Mungguk, Suka Maju, dan Bina Jaya, dengan total sekitar 770 KK terdampak.
Bupati Melawi menetapkan status siaga darurat penanganan banjir, puting beliung, dan tanah longsor nomor 300.2/178 tahun 2025.
“Hingga saat ini banjir di lima desa masih meningkat,” tutupnya.

