JAKARTA – Gorengan sudah jadi camilan wajib banyak orang Indonesia. Dari bakwan, tahu isi, pisang goreng, sampai tempe mendoan, semua punya penggemar setia. Namun di balik rasanya yang gurih dan renyah, pakar kesehatan mengingatkan bahwa konsumsi gorengan berlebihan bisa berdampak serius pada tubuh.
Risiko Kesehatan dari Gorengan
Data Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebut, lemak trans yang sering ditemukan pada minyak goreng bekas pakai berulang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Lemak trans ini bisa menumpuk di pembuluh darah dan memicu kolesterol jahat (LDL).
Tidak hanya itu, gorengan juga tinggi kalori. Jika dikonsumsi setiap hari tanpa diimbangi olahraga, risiko obesitas dan diabetes pun meningkat. Pola makan ini perlahan dapat memperburuk metabolisme tubuh, terutama dalam mengatur kadar gula darah.
Tips Aman Menikmati Gorengan
Meski tidak disarankan untuk dihindari total, Sobat Holopis tetap bisa menikmati gorengan dengan lebih bijak:
1. Batasi konsumsi maksimal 2–3 kali seminggu.
2. Pilih minyak baru, hindari minyak yang dipakai berulang kali.
3. Seimbangkan dengan sayur, buah, dan air putih.
4. Cari alternatif sehat, seperti memanggang atau menggunakan air fryer.
Gorengan memang sulit ditolak, apalagi dengan harga murah dan rasa nikmat. Tapi terlalu sering mengonsumsinya bisa jadi bom waktu bagi kesehatan. Ingat, menjaga pola makan sama pentingnya dengan menjaga rutinitas harian. Sesekali boleh saja, asal tidak berlebihan.

