JAKARTA – Francesco Bagnaia tengah berada dalam periode sulit di MotoGP 2025. Rider Ducati itu kembali gagal menuntaskan balapan setelah terjatuh di MotoGP San Marino akhir pekan lalu.
Dalam race di Sirkuit Misano, Bagnaia harus mengakhiri lomba lebih cepat usai crash pada lap kedelapan. Hasil tersebut membuat posisinya di klasemen semakin rawan.
FB63 tertahan di peringkat ketiga dengan 237 poin, hanya unggul 12 angka dari Marco Bezzecchi yang terus mengintai di bawahnya.
Musim ini, performa Bagnaia tergolong naik-turun. Dari 16 seri yang sudah berjalan, ia baru sekali naik podium teratas dan mengoleksi total tujuh podium.
Catatan itu jelas kontras dengan dominasi rekan setimnya, Marc Marquez, yang begitu digdaya di puncak klasemen dengan 512 poin berkat torehan 11 kemenangan.
Usai kegagalan di San Marino, Bagnaia tak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Ia mengaku sudah mengerahkan segalanya, tetapi selalu terbentur kendala yang membuat hasil jauh dari harapan.
“Saya hampir kehabisan kesabaran. Rasanya sulit. Saya sudah berusaha keras, mental saya kuat,” ucap Bagnaia.
“Namun, saya tidak akan kehilangan keyakinan pada potensi saya ataupun pada tim. Kami akan terus bekerja keras, dan saya percaya suatu saat nanti kami bisa kembali. Semoga itu segera terjadi,” tegasnya.
Komentar sang juara dunia dua kali itu langsung ditanggapi manajer umum Ducati, Gigi Dall’Igna. Menurutnya, rasa frustrasi tidak hanya dirasakan Bagnaia, tetapi juga tim Ducati yang mulai gerah dengan hasil minim sepanjang musim ini.
“Saya juga mulai kehilangan kesabaran, sama seperti para penggemar Pecco,” kata Dall’Igna, dikutip Holopis.com dari AS Diario, Rabu (17/9/2025).
“Saya pikir wajar mengungkapkan hal-hal seperti ini ketika hasil yang diharapkan belum datang,” tambahnya.
Kini, tekanan semakin besar di pundak Bagnaia. Dengan sisa balapan yang kian menipis, rider Italia itu harus segera bangkit jika ingin mempertahankan statusnya sebagai salah satu kandidat kuat di MotoGP.

