Protes Anti Imigrasi di London Berakhir Ricuh


Oleh : Darin Brenda Iskarina

JAKARTA - Aksi protes yang menolak imigrasi di London Inggris berakhir ricuh dengan pihak kepolisian. Petugas kepolisan yang berada di area diserang ketika lebih dari 110.000 orang turun ke jalanan di ibu kota Inggris tersebut. Polisi mengatakan bahwa mereka terpaksa turun tangan karena para pengunjuk rasa mulai memasuki area-area yang steril.

Mereka bahan menerobos barikade polisi dan menyerang sejumpah petugas yang berada di sana.

“Petugas terpaksa turun tangan di beberapa lokasi untuk menghentikan pengunjuk rasa Unite the Kingdom yang mencoba untuk memasuki area steril, menerobos barikade polisi, atau mendekati kelompok lawan,” kata pihak kepolisian, dikutip Holopis.com, Minggu (14/9).

Akibatnya, 26 petugas terluka dalam bentrokan, dan 25 orang ditangkap. Saat ini, Asisten Komisaris Matt Twist mengatakan pihaknya sedang berusaha menyelidiki untuk mengidentifikasi siapa saja yang terlibat dalam kerusuhan.

“Investigasi pasca peristiwa kami telah dimulai, kami sedang mengidentifikasi mereka yang terlibat dalam kerusuhan tersebut, dan mereka diperkirakan akan menghadapi tindakan tegas dari pihak kepolisian,” kata Matt.

Walikota London Mengutu Kekerasan Terhadap Polisi

Sementara itu, Wali Kota London Sadiq Khan mengutuk kekerasan yang dilakukan terhadap polisi, dan sikap tersebut sama sekali tidak bisa diterima.

“Kekerasan dan serangan terhadap petugas polisi sama sekali tidak dapat diterima,” kata Sadiq Khan.

Sebagai informasi, para demonstran sengaja membawa bendera Britania Raya (Union Jack) dan Inggris (Salib St. George). Aksi protes terjadi setelah demo anti-imigrasi terjadi sepanjang musim panas, yang beberapa di antaranya berujung menjadi aksi protes dengan kekerasan.

Tampilan Utama