JAKARTA – Badminton Indonesia puasa gelar di Hong Kong Open 2025 Super 500. Pelatih pun memiliki beberapa catatan untuk sejumlah wakil Merah Putih yang berlaga di kompetisi tersebut.
Sebelumnya diketahui, wakil terakhir Indonesia di Hong Kong Open 2025 yakni pasangan ganda campuran Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil. Mereka kalah atas wakil China, Guo Xin Wa/Chen Fang Hui di babak semifinal, dengan skor 18-21 dan 12-21.
Menilik perjalanan Indonesia di Hong Kong Open 2025, beberapa catatan dikemukakan PBSI, yang sekaligus jadi catatan untuk turnamen berikutnya yakni China Masters 2025 Super 750 pada 16-21 September mendatang.
Terkait hal ini, dua bersaudara, Karel dan Rionny Mainaky angkat bicara tentang harapan mereka di China Masters kali ini dengan menilik hasil di Hong Kong.
“Untuk ganda putri, penampilan pertama Ana/Trias dan Rachel/Febi lumayan baik. Secara permainan dan kemistri sudah terlihat klop. Hanya memang masih diperlukan waktu dan pengalaman bertanding untuk semakin menumbuhkan keyakinan di dalam lapangan. Beberapa momen kemarin terlihat satu dua kesalahan sendiri membuat mereka menjadi down. Itu yang tidak boleh terjadi,” ungkap Karel, sebagaimana informasi yang diterima Holopis.com.
“Pekerjaan rumah ada di pasangan Lanny/Tiwi yang belum menemukan ritme dan pola permainan yang pas,” tambah Karel.
Karel berharap perbaikan dan hasil lebih oke bisa didapat ganda putri di China Masters.
“Saya berharap anak asuh saya bisa memperbaiki penampilan, bermain sebaik mungkin di China Masters ini. Tidak mudah tapi bukan tidak mungkin,” sahut Karel.


