Tersangka Penembakan Charlie Kirk Ditangkap, Diserahkan Ayah Sendiri


Oleh : Darin Brenda Iskarina

JAKARTA - Tersangka penembakan aktivis konservatif Charlie Kirk akhirnya ditangkap dan diidentifikasi sebagai seorang pria bernama Tyler Robinson. Pria berusia 22 tahun ini diduga telah menembak Charlie Kirk ketika Charlie sedang mengunjungi sebuah acara di kampus Utah dan melakukan diskusi dengan penonton.

“Kami menangkapnya,” kata Gubernur Utah Spencer Cox, dikutip Holopis.com, Sabtu (13/8).

Penangkapan Tyler Robinson pertama kali diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump. Trump bahkan menginginkan agar Tyler diberikan hukuman mati setelah menembak Charlie Kirk.

Tyler Robinson berhasil ditahan setelah polisi melakukan pemburuan selama 33 jam. Ternyata, ia ditahan setelah ayahnya sendiri membantu membujuk Tyler agar mau menyerahkan diri ke polisi.

Tyler dijelaskan oleh pihak kepolisian mengaku kepada ayahnya, dan mengatakan ia lebih memilih bunuh diri dibandingkan menyerah. Tetapi kemudian ayahnya dan seorang pendeta yang merupakan teman mereka berusaha untuk menenangkan pelaku. Lalu ayahnya menelpon US Marshals untuk menyerahkan anaknya sendiri.

Apa Alasan Tyler Robinson Menembak Charlie Kirk

Berdasarkan penjelasan keluarganya, Tyler Robinson belakangan ini memang menjadi lebih politis, dan menyebutkan bahwa Charlie Kirk akan datang ke Utah. Ia menyebutkan Charlie Kirk penuh kebencian dan menyebarkan kebencian.

Tyler Robinson merupakan mahasiswa tahun ketiga dalam program magang kelistrikan di Dixie Technical College di Utah barat daya, tempat dia tinggal.

Akun media sosial menunjukkan bahwa ayah Pak Robinson menjalankan bisnis pemasangan meja dapur dan lemari, sementara ibunya adalah seorang pekerja sosial. Keluarga tersebut beragama Mormon dan aktif di gereja setempat.

Tampilan Utama