Selain rasa, tekstur juga menjadi daya tarik utama. Donat kini tidak hanya lembut, tetapi juga kenyal dan ringan. Dou Donut misalnya, sukses mengawinkan donat klasik dengan mochi ala Jepang, menghasilkan tekstur chewy yang unik. Varian andalan mereka, Klepon Mochi Donut, adalah perpaduan sempurna antara tradisi dan modernitas.
Sementara itu, Nama Donut dan Donat by Olivia Sumichan mengandalkan bahan dasar alami untuk tekstur lembut. Nama Donut menggunakan adonan labu Jepang, dan Donat by Olivia Sumichan dibuat dari ubi jalar, menjadikannya eksklusif dan terasa personal karena diproduksi dengan sistem pre-order.
Fenomena donat juga didorong oleh kekuatan media sosial. Merek seperti Cloud Cakes dari Bali dan Don Don Donuts berhasil viral berkat tampilan dan konsep yang “aesthetic.” Donat Cloud Cakes dikenal karena teksturnya yang ringan dan fluffy seperti awan, dengan taburan gula halus yang minimalis namun adiktif.
Kemudian ada juga, Don Don Donuts yang memanfaatkan ubi ungu (ube) sebagai bahan dasar, memberikan warna cantik dan instagenik yang sempurna untuk konten media sosial, sambil tetap menjamin kesegaran karena sistem penjualannya yang pre-order.
Kekuatan utama dari donat-donat viral ini bukan hanya pada rasanya, tetapi juga pada ceritanya. Setiap gigitan adalah bagian dari sebuah narasi apakah itu kisah alien, perjalanan brand lokal ke kancah global, atau sentuhan seni pada sebuah makanan.

