JAKARTA – Petugas gabungan hingga saat ini masih terus berupaya melakukan penanganan banjir di Bali, termasuk pencarian korban yang masih dinyatakan hilang.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menjelaskan, petugas pencarian telah berhasil menemukan satu orang korban meninggal dunia.
“Sehingga total korban meninggal dunia berjumlah 16 orang dan 1 orang masih dilaporkan hilang,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Jumat (12/9).
Adapun rincian korban meninggal dunia di antaranya 10 korban di Kota Denpasar, 2 korban di Kabupaten Jembrana, 3 korban di Kabupaten Gianyar dan 1 korban di Kabupaten Badung.
Sementara itu, Kepala BNPBN Letjen Suharyanto yang meninjau sejumlah lokasi terdampak banjir mengatakan, secara umum banjir yang terjadi telah surut.
Fokus utama tim di saat ini adalah dalam pencarian korban yang masih hilang dan pembersihan sisa material serta penyedotan genangan air di Basement Pasar Badung dan beberapa titik lainnya.
“Pasar Badung airnya disedot terus menggunakan pompa, kami juga datangkan pompa dari luar Bali untuk mempercepat proses tersebut,” ungkap Suharyanto.
Selain itu, dengan kondisi cepat membaik dan tidak lagi datang hujan. Semula status tanggap darurat diusulkan 14 hari, namun dipercepat menjadi 7 hari.
“Kondisi di Bali pasca terjadinya banjir, sudah mulai normal dan terkendali,” pungkasnya.

