Benjamin Netanyahu Anggap Charlie Kirk Sahabat Israel


Oleh : Darin Brenda Iskarina

JAKARTA - Perdana Menteri Benjamin Netanyahu turut berduka atas kematian aktivis dan sekutu Presiden AS Donald Trump, Charlie Kirk. Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa bahwa Charlie Kirk adalah sahabat Israel yang berhati singa.

Sama seperti Donald Trump, ia mengatakan Charlie Kirk adalah sosok yang luar biasa dan menyayangkan bahwa ia tak akan bisa lagi bertemu dengan Charlie Kirk.

“Kita kehilangan sosok yang luar biasa. Kebanggaannya yang tak terbatas terhadap Amerika dan keyakinannya yang teguh pada kebebasan berbicara, akan meninggalan dampak yang abadi,” kata Benjamin, dikutip Holopis.com, Kamis (11/9).

Sementara itu seorang aktivis advokasi Israel Yoseph Haddad mengatakan bahwa Charlie Kirk adalah sosok yang pemberani dalam membela negara dan melawan para kaum pro-Palestina tanpa ragu.

“Beliau akan mendapat tempat terhormat dalam bab tentang hasbara selama perang ini. Pembunuhan brutal ini adalah hari yang kelam bagi Amerika Serikat, tetapi juga bagi kita di Israel,” katanya.

Sebagai informasi, Charlie Kirk, aktivis konservatif dan sekutu dekat Presiden AS Donald Trump meninggal dunia setelah ditembak dalam sebuah acara di kampus Utah pada hari Rabu (11/9) waktu setempat. Kematian Charlie pun menggemparkan Amerika Serikat bahkan dunia.

Charlie ditembak di bagian leher, ketika ia sedang membahas kontroversi dan fenomena penembakan massal di Amerika Serikat dengan salah satu penonton di sana. Charlie Kirk pun dinyatakan meninggal dunia di usia 31 tahun.

Semasa hidupnya, Charlie Kirk tak lepas dari berbagai kontroversi. Pandangan dan ucapannya kerap menimbulkan perdebatan publik, mulai dari isu Islam, dukungan pro-Israel, hingga aborsi dan hak kepemilikan senjata. Berikut ini deretan kontroversi Charlie Kirk.

Tampilan Utama