Indonesia Ajak Investor Korea Selatan Bangun Sektor Wisata Kebugaran Bernilai Triliunan


Oleh : Dede Suhadi

JAKARTA - Indonesia tengah mengoptimalkan posisinya di pasar pariwisata global dengan fokus pada industri kebugaran (wellness tourism). Melalui kunjungannya ke Korea Selatan, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana secara langsung mengajak para investor Negeri Ginseng untuk menanamkan modal di sektor yang menjanjikan ini.

Menpar Widiyanti melihat Korea Selatan sebagai mitra strategis, bukan hanya karena posisinya sebagai pasar penting bagi Indonesia, tetapi juga karena pemahaman mendalam mereka terhadap prinsip keberlanjutan yang menjadi landasan pengembangan wisata kebugaran.

Potensi industri wellness secara global sangatlah besar. Berdasarkan data Global Wellness Institute (GWI), industri ini diperkirakan mencapai nilai $6,32 triliun pada tahun 2023.

Proyeksi menunjukkan angka ini akan terus bertumbuh signifikan, bahkan mendekati $10 triliun pada tahun 2029. Pertumbuhan pesat ini dipicu oleh minat wisatawan yang semakin besar terhadap pengalaman autentik dan transformatif.

Indonesia, dengan posisinya yang unik, memiliki modal kuat untuk menjadi pemain utama. Menurut GWI, Indonesia berada di urutan keenam ekonomi wellness terbesar di Asia Pasifik dan menempati posisi ketiga untuk pertumbuhan terpesat.

Keunggulan ini didukung oleh warisan budaya tak benda yang telah diakui UNESCO, seperti ritual penyembuhan tradisional Jawa dan praktik spa khas Bali.

Bukan hal yang mengherankan jika lebih dari 23% turis yang mengunjungi Bali menjadikan kebugaran sebagai tujuan utama mereka. Selain Bali yang sudah terkenal, destinasi lain seperti Yogyakarta, Solo, dan Sumba juga mulai mencuat sebagai pusat wisata kebugaran.

Untuk memuluskan jalan bagi para investor, pemerintah Indonesia telah menyiapkan sejumlah proyek strategis, termasuk pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur.

KEK ini dirancang sebagai pusat wisata medis dan kesehatan, menunjukkan keseriusan Indonesia dalam membangun infrastruktur pariwisata yang terintegrasi dan berkualitas tinggi.

Selain sektor kebugaran, Widiyanti juga mengundang investasi di berbagai bidang lain, seperti eko-wisata, keanekaragaman hayati laut, dan wisata budaya. Menpar mengakhiri pertemuan dengan ajakan yang kuat kepada para investor untuk bersama-sama membangun masa depan pariwisata yang sejahtera, di mana keuntungan ekonomi sejalan dengan pelestarian budaya dan kesejahteraan masyarakat.

Tampilan Utama