Habil Marati Puji Presiden Prabowo Bebas Oligarki : Dana Politik dari Kantung Pribadi


Oleh : Fitri Handayani

JAKARTA - Politisi senior Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Habil Marati mengakui Presiden RI Prabowo Subianto sebagai sosok Presiden yang luar biasa, lantaran kepemimpinannya tidak didanai oleh kelompok oligarki.

“Jadi artinya bahwa Prabowo ini memang bukan Presiden kaleng-kaleng juga gitu. Ya kan? Bukan Presiden yang dibiayai oleh oligarki,” kata Habil dalam podcast yang diunggah oleh kanal YouTube Refly Harun, seperti dikutip Holopis.com, Rabu (10/9).

Pun demikian, ia menjelaskan bahwa Prabowo selaku Ketua Umum Partai Gerindra, tidak menggunakan dana dari pihak oligarki untuk kepentingan politiknya. Kata Habil, justru Kepala Negara memakai dana pribadinya untuk kepentingan bangsa Indonesia.

“Ya kan? Partai Gerindra partainya tidak dibiayai oleh oligarki, tapi benar-benar dari kantungnya keluarganya Prabowo sendiri untuk bangsa,” ungkapnya.

Menurutnya, momentum ini harus dimanfaatkan oleh rakyat dan politisi agar kepemimpinan Prabowo tidak sampai tergerus oleh isu-isu makar dan terorisme yang bisa melemahkan kekuasaannya.

“Ya kan? Beda artinya bahwa fenomena ini bahwa harus dimanfaatkan oleh rakyat, oleh politisi, bahwa kepemimpinan Prabowo ini ya kan jangan sampai tergerus karena isu-isu makar dan terorisme ini kan. Ini kan bisa tergerusi di kekuasaannya,” jelasnya.

Ia mengatakan, apabila Kepala Negara tidak berhati-hati dalam menghadapi situasi tersebut, hal itu justru dapat menjadi senjata makan tuan, sebab masyarakat akan menuntut keterangan terkait klaim makar dan terorisme yang telah ia katakan di muka publik.

“Kalau Pak Prabowo tidak hati-hati ini bisa menjadi bumerang kan. Bumerang kenapa? Karena orang akan menuntut mana itu bukti makar dan teroris,” terangnya.

Di sisi lain, Habil menyatakan bahwa momentum tersebut merupakan kesempatan baik yang bisa digunakan Prabowo untuk membersihkan atau menghilangkan unsur-unsur negatif di sekelilingnya, yang dapat berpotensi mengganggu jalannya pemerintahan.

“Jadi momentum ini harus digunakan Prabowo semaksimal mungkin untuk membersihkan anasir-anasir yang sedang berkeliaran di sekitar dia. Karena mengganggu pemerintahannya,” pungkasnya.

Sebagai informasi, beberapa waktu lalu aksi demonstrasi telah terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. Aksi unjuk rasa tersebut dilakukan lantaran masyarakat menolak beberapa kebijakan pemerintah untuk diterapkan. Pada Kamis 28 Agustus 2025, para buruh melakukan aksi unjuk rasa sebab menginginkan undang-undang perburuhan dapat dipisahkan dari Omnibus Law.

Namun tak disangka-sangka, Demo tersebut menjadi ricuh lantaran ada oknum massa yang ikut turun ke lapangan untuk memprovokasi para buruh saat aksi unjuk rasa itu.

Dimana kericuhan itu bermula saat pihak kepolisian menembakkan gas air mata kepada seluruh massa dengan tujuan untuk membubarkan aksi Demonstrasi tersebut. Massa pun mulai berlarian untuk menghindari serangan gas air mata itu.

Tak sampai disitu saja, meski massa sempat terdistraksi karena adanya gas air mata , mereka pun turut membalas serangan water cannon itu dengan menggunakan botol-botol yang dijadikan sebagai bom molotov.

Aksi demonstrasi itu pun membuat kerusakan pada sejumlah halte bus di Jakarta, dimana terdapat 22 halte yang rusak, mulai dari 6 halte yang terbakar dan dijarah, serta 16 halte lainnya yang juga dirusak saat aksi unjuk rasa tersebut. Tidak hanya fasilitas umum saja yang rusak, salah satu pengemudi ojek online (ojol) bernama Affan Kurniawan turut menjadi korban yang dilindas menggunakan mobil taktis (rantis) Brimob saat aparat berusaha membubarkan massa.

Tampilan Utama