Ingin Tepati Kesepakatan Gencatan Senjata, Hamas Siap Bahas Pembebasan Sandera


Oleh : Darin Brenda Iskarina

JAKARTA - Hamas pada Minggu (7/9) menyampaikan bahwa pihaknya siap membahas pembebasan semua sandera sebagai pertukaran untuk mengakhiri perang di Gaza, penarikan penuh pasukan Israel, dan pembentukan komite Palestina yang independen untuk memerintah wilayah kantong tersebut.

“Kami telah menerima gagasan dari pihak Amerika melalui perantara terkait kesepakatan gencatan senjata dan menyambut baik setiap inisiatif yang ditujukan guna mengakhiri pertempuran,” demikian pernyataan Hamas, dikutip Holopis.com, Senin (8/9).

Gerakan Palestina itu juga menyerukan adanya jaminan komitmen yang jelas dan eksplisit dari Israel terhadap kesepakatan apa pun. Hamas memperingatkan agar tidak terjadi pengulangan atas perjanjian-perjanjian sebelumnya yang, menurut mereka, telah ditolak atau diabaikan.

Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump lewat platform Truth Social menuliskan peringatannya.

“Israel telah menerima persyaratan dari saya. Kini saatnya Hamas juga menerimanya. Ini peringatan terakhir dari saya, tidak akan ada lagi setelah ini!” tulis Trump.

Sementara itu, seorang pejabat Israel yang enggan disebutkan namanya menuturkan bahwa Israel mempertimbangkan secara serius usulan AS tersebut, yang disampaikan kepada Hamas pada akhir pekan. Ia menggambarkan usulan itu sebagai usulan Presiden Donald Trump.

Israel dikabarkan akan membatalkan serangannya untuk menguasai Gaza City. Semua 48 sandera yang masih ditahan di Gaza, termasuk sekitar 20 yang diyakini masih hidup, akan dibebaskan pada hari pertama penerapan gencatan senjata sebagai pertukaran atas pembebasan ribuan tahanan Palestina.

Pembicaraan untuk mengakhiri perang kemudian akan dimulai di bawah mediasi Trump, dengan gencatan senjata tetap diberlakukan selama proses negosiasi berlangsung.

Tampilan Utama