Cegah Hoaks, Budayakan Saring Sebelum Sharing
JAKARTA - Kabid Humas Polda Maluku Utara (Malut) Kombes Pol Bambang Suharyono menyampaikan perhatian serius terhadap paraknya hoaks dan disinformasi di media digital. Hal ini buntut dari terjadinya aksi unjuk rasa dalam beberapa pekan terakhir marak terjadi di berbagai kota di Indonesia yang berujung rusuh.
"Fenomena itu kerap dibarengi dengan peredaran informasi bohong atau hoaks yang bersifat provokatif di media sosial. Maka, Polda Maluku Utara mengimbau masyarakat agar lebih waspada dalam menyikapi arus informasi digital," kata Kombes Pol Bambang dalam keterangan persnya yang dikutip Holopis.com, Senin (8/9/2025).
Kombes Pol. Bambang Suharyono menegaskan pentingnya melakukan verifikasi sebelum mempercayai dan menyebarkan berita yang belum jelas kebenarannya. Karena kesalahan dalam menyampaikan informasi bisa berdampak sangat tidak baik.
"Peredaran berita bohong berpotensi menimbulkan keresahan. Karena itu, masyarakat diminta selalu memeriksa kebenaran informasi, tidak mudah terprovokasi, serta berhati-hati dalam membagikan konten di media sosial," tuturnya.
Ia menambahkan, langkah sederhana seperti membandingkan informasi dari berbagai sumber resmi dapat mencegah dampak negatif hoaks.
“Prinsip saring sebelum sharing harus menjadi kebiasaan. Dengan begitu, masyarakat tidak mudah terjebak dalam penyebaran informasi palsu yang bisa merugikan banyak pihak,” tandas Bambang.