SBY Sebut Aksi Demonstrasi Sebagai Alarm Penting Jaga Komunikasi dan Kebersamaan

34 Shares

JAKARTA – Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyatakan bahwa aksi demonstrasi yang belakangan ini terjadi pada banga Indonesia merupakan alarm penting untuk memelihara komunikasi dan kebersamaan antar pemerintah dengan seluruh elemen masyarakat.

SBY mengatakan, upaya tersebut dapat menjadikan bangsa Indonesia lebih baik dan memiliki kemajuan di masa yang akan datang, lantaran masyarakat mengemban peran tanggung jawab dan kewajiban untuk bisa mencapai hal itu.

- Advertisement -Hosting Terbaik

“Sebutlah sekitar 10 hari yang terjadi di negeri kita, menurut saya menyadarkan kita semua bahwa kita harus menjaga dialog dan kebersamaan kita. Menyadarkan kita membangun negeri ini ke arah yang lebih baik, menjadi amanah tugas dan kewajiban kita,” ujar SBY dalam sambutannya pada acara pembukaan pameran seni bertema “Art for Peace and A Better Future” yang digelar di Senopati, Jakarta Selatan, seperti dikutip Holopis.com, Minggu (7/9/2025).

Ia juga mengimbau kepada seluruh pihak untuk memperkuat komunikasi, membangun kebersamaan dan berupaya agar Indonesia menjadi lebih baik. Selain itu, SBY memiliki keyakinan bahwa kepemimpinan Presiden Prabowo mampu membawa perubahan positif bagi bangsa dalam menghadapi tantangan global saat ini.

- Advertisement -

“Mari kita melihat ke depan untuk meningkatkan dialog, kebersamaan, kerja keras menuju Indonesia yang lebih baik. Juga sesungguhnya dunia yang lebih baik di bawah kepemimpinan pemimpin kita Presiden Prabowo,” ungkapnya.

Politikus Partai Demokrat itu yakin apabila seluruh masyarakat dapat bersama-sama menjalankan amanah dengan niat baik, karya yang tulus, dan semangat yang kuat, maka akan tercipta masa depan bangsa yang lebih baik.

“Saya masih memiliki optimisme jika kita bersama-sama untuk menjalankan amanah kita. Membangun niat baik, karya yang tulus dan semangat yang kuat for our better future,” tuturnya.

Sebagai informasi, belakangan ini aksi demonstrasi sering terjadi di beberapa wilayah Indonesia. Aksi unjuk rasa tersebut dilakukan lantaran masyarakat menolak beberapa kebijakan pemerintah untuk diterapkan. Pada Kamis 28 Agustus 2025, para buruh melakukan aksi unjuk rasa sebab menginginkan undang-undang perburuhan dapat dipisahkan dari Omnibus Law.

Namun tak disangka-sangka, Demo tersebut menjadi ricuh lantaran ada oknum massa yang ikut turun ke lapangan untuk memprovokasi para buruh saat aksi unjuk rasa itu.

Dimana kericuhan itu bermula saat pihak kepolisian menembakkan gas air mata kepada seluruh massa dengan tujuan untuk membubarkan aksi Demonstrasi tersebut. Massa pun mulai berlarian untuk menghindari serangan gas air mata itu.

Tak sampai disitu saja, meski massa sempat terdistraksi karena adanya gas air mata , mereka pun turut membalas serangan water cannon itu dengan menggunakan botol-botol yang dijadikan sebagai bom molotov.

Aksi demonstrasi itu pun membuat kerusakan pada sejumlah halte bus di Jakarta, dimana terdapat 22 halte yang rusak, mulai dari 6 halte yang terbakar dan dijarah, serta 16 halte lainnya yang juga dirusak saat aksi unjuk rasa tersebut. Tidak hanya fasilitas umum saja yang rusak, salah satu pengemudi ojek online (ojol) bernama Affan Kurniawan turut menjadi korban yang dilindas menggunakan mobil taktis (rantis) Brimob saat aparat berusaha membubarkan massa.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
34 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

holopis