Polisi Buru Aktor Intelektual di Balik Demo Anarkis di Makassar


Oleh : Rio Anthony

MAKASSAR – Polisi terus melakukan penyelidikan terkait kerusuhan di Kota Makassar yang berujung pada pembakaran gedung DPRD Sulsel dan DPRD Makassar, serta menelan korban jiwa.

Hingga kini, sebanyak 29 orang dari berbagai kalangan dan profesi telah ditetapkan sebagai tersangka. Namun, aparat menduga aksi anarkis pada Jumat malam (29/8) itu tidak berlangsung spontan, melainkan terorganisir dan melibatkan aktor intelektual.

“Untuk siapa yang menyuruh berbuat anarkis, tentu masih kita lakukan pendalaman. Tim dari Krimum dan Satreskrim masih mendalami siapa aktor intelektualnya,” tegas Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, saat ekspose di Mapolda Sulsel, Kamis (4/9/202).

Meski begitu, Arya menegaskan pihaknya untuk sementara fokus pada kasus perusakan, pembakaran, penghasutan, hingga penjarahan yang terjadi di dua gedung DPRD tersebut.

Sebelumnya, Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan (Sulsel) menetapkan 29 orang tersangka dalam kasus pengrusakan dan pembakaran gedung DPRD Kota Makassar dan DPRD Provinsi Sulsel.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Didik Supranoto mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan dan sejumlah bukti, pihaknya telah menetapkan 29 orang sebagai tersangka.

“Terkait pengrusakan dan pembakaran gedung DPRD Provinsi Sulsel dan DPRD kota Makassar, Polda Sulawesi Selatan menetapkan 29 orang sebagai tersangka,” ujar Didik saat pres rilis, Kamis (4/9) sore.

Dia menambahkan penanganan kasus ini ditangani Ditreskrimum Polda Sulsel dan Satreskrim Polrestabes Makassar. “Karena yang dibakar dua gedung yakni DPRD Provinsi dan DPRD Kota Makassar makanya ditangani Polda Sulsel dan Polrestabes Makassar,” tegas Didik.

Jumlah tersangka dalam kasus pembakaran ini sebelumnya 11 orang, namun seiring berjalannya waktu dan proses penyelidikan, kini tersangka terus bertambah.

Didik mengatakan penanganan kasus ini masih berjalan dan akan terus berkembang. Kata dia, tak menutup kemungkinan tersangka akan terus bertambah.

"Pelaku pembakaran gedung DPRD Sulsel berjumlah 14 orang sedangkan yang membakar gedung DPRD Kota Makassar berjumlah 15 orang, jadi total keseluruhan tersangka 29 orang,"bebernya.

Menurut Didik, pasal yang diterapkan kepada para tersangka disesuaikan dengan peran masing-masing. Beberapa di antaranya dikenakan pasal pengrusakan, pencurian, hingga pembakaran dan menyebabkan hilangnya nyawa orang lain.

“Pasal 170 dengan ancaman hukuman 5 tahun 6 bulan, Pasal 363 dengan ancaman 7 tahun, Pasal 362 dengan ancaman 5 tahun, hingga Pasal 187 tentang pembakaran dengan ancaman 12 tahun, 15 tahun, 20 tahun, bahkan seumur hidup,” bebernya.

Tampilan Utama