JAKARTA – Dalam rangka memperingati lahirnya Nabi Muhammad SAW (Maulid Nabi Muhammad SAW) 1447 H pada hari ini, Jumat 5 September 2025, Holopis.com memberikan rekomendasi naskah khutbah yang dapat Anda bawakan dalam mimbar Jumat nanti siang dalam kurun durasi kurang lebh 18 – 22 menit. Tema yang diangkat adalah “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW di Bulan Maulid”. Berikut adalah isinya :
Khutbah Pertama
الحمد لله الذي أنعم علينا بنعمة الإسلام والإيمان، وجعلنا من أمة خير الأنام محمد عليه الصلاة والسلام.
أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمداً عبده ورسوله، اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى آله وأصحابه أجمعين.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,
Marilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT dengan sebenar-benarnya takwa. Kita jalankan perintah-Nya dan kita jauhi larangan-Nya, karena hanya dengan takwa kita akan selamat dunia dan akhirat.
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Hari ini kita berada di bulan Rabiul Awal, bulan yang penuh cahaya, karena di bulan inilah lahir manusia yang paling mulia, Nabi Muhammad SAW. Beliau adalah sosok yang Allah utus untuk menyempurnakan akhlak, membawa risalah kebenaran, serta menjadi rahmat bagi seluruh alam.
Allah SWT berfirman:
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَالَمِينَ
Wa mā arsalnāka illā rahmatan lil-‘ālamīn
Yang artinya : “Dan tidaklah Kami mengutus engkau (Muhammad) melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam.” (QS. Al-Anbiya: 107)
Kelahiran Rasulullah SAW bukanlah peristiwa biasa. Para ulama menuliskan bahwa pada malam kelahiran beliau, banyak tanda-tanda kebesaran Allah yang terjadi. Api besar yang selama berabad-abad disembah kaum Majusi padam, berhala-berhala di sekitar Ka’bah roboh, dan cahaya terang memancar dari rahim ibunda Aminah hingga menerangi istana-istana di negeri Syam. Semua itu adalah simbol bahwa cahaya tauhid akan menggantikan kegelapan syirik.
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Rasulullah SAW lahir sebagai yatim, tanpa didampingi ayahnya. Namun sejak kecil, beliau dijaga oleh Allah. Sejak masa kanak-kanak hingga dewasa, akhlaknya begitu terpuji. Beliau tidak pernah menyembah berhala, tidak pernah berkata dusta, tidak pernah menyakiti orang lain. Karena itu masyarakat Quraisy memberinya gelar *Al-Amin*, orang yang paling dapat dipercaya.
Allah sendiri menegaskan dalam firman-Nya:
وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ
Wa innaka la‘alā khuluqin ‘azhīm
Yang artinya : “Dan sesungguhnya engkau (Muhammad) benar-benar berbudi pekerti yang agung.” (QS. Al-Qalam: 4)
Ma’asyiral Muslimin,
Kita memperingati Maulid Nabi bukan hanya untuk mengenang sejarah kelahiran beliau, tetapi juga untuk mengambil teladan. Rasulullah SAW adalah suami yang penuh kasih, ayah yang penyayang, pemimpin yang adil, dan sahabat yang setia. Beliau selalu menebarkan salam, tersenyum kepada sesama, serta mengajarkan umat untuk saling tolong-menolong dalam kebaikan.
Mari kita renungkan sebuah hadist:
إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الْأَخْلَاقِ
Innamā bu‘itstu li utammima makārimal-akhlāq
Yang artinya : “Sesungguhnya aku diutus hanyalah untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.” (HR. Ahmad)
Sebagai inti dari khutbah ini, maka kita dapat menarik kesimbulan bahwa dari risalah kenabian sebenarnya adalah akhlak. Maka jika kita memperingati Maulid Nabi, hendaknya kita harus bertanya kepada diri kita sendiri, sudahkah kita berusaha meneladani akhlak beliau?.
اللهم اغفر لي ولوالدي وللمسلمين أجمعين
Allāhumma ighfir lī wa liwālidayya wa lil-muslimīna ajma‘īn
Khutbah Kedua
الحمد لله حمدًا كثيرًا طيبًا مباركًا فيه كما يحب ربنا ويرضى. أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,
Di bulan kelahiran Nabi ini, mari kita jadikan momentum untuk memperkuat cinta kepada Rasulullah SAW. Kecintaan itu diwujudkan dengan memperbanyak shalawat, mengikuti sunnahnya, serta berusaha mencontoh akhlaknya dalam kehidupan sehari-hari.
Rasulullah SAW pernah bersabda:
مَنْ أَحَبَّ سُنَّتِي فَقَدْ أَحَبَّنِي، وَمَنْ أَحَبَّنِي كَانَ مَعِي فِي الْجَنَّةِ
Man aḥabba sunnatī faqad aḥabbanī, wa man aḥabbanī kāna ma‘ī fil-jannah
Yang artinya adalah : “Barangsiapa mencintai sunnahku, maka sungguh ia mencintaiku. Dan barangsiapa mencintaiku, maka ia akan bersamaku di surga.” (HR. Tirmidzi)
Maka, mari kita berusaha sungguh-sungguh untuk meneladani Rasulullah. Jika beliau jujur, kita pun harus jujur. Jika beliau amanah, kita pun harus menjaga amanah. Jika beliau dermawan, kita pun hendaknya gemar bersedekah.
Jamaah Jumat yang berbahagia,
Marilah kita isi hari-hari kita dengan ibadah, memperbanyak membaca Al-Qur’an, menjaga shalat berjamaah, berbuat baik kepada orang tua, menyayangi anak-anak, serta mempererat persaudaraan di antara sesama muslim. Itulah wujud kecintaan kita kepada Nabi Muhammad SAW.
اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات، والمؤمنين والمؤمنات، الأحياء منهم والأموات، إنك سميع قريب مجيب الدعوات.
اللهم اجعلنا من الذين يحبون نبيك محمدًا صلى الله عليه وسلم، ويتبعون سنته، واحشرنا معه في زمرة الصالحين.
اللهم ارزقنا حبك وحب من يحبك، وحب عمل يقربنا إلى حبك.
ربنا اغفر لنا ولآبائنا وأمهاتنا ولجميع المسلمين، وتوفنا وأنت راضٍ عنا يا أرحم الراحمين.
عباد الله، إن الله يأمر بالعدل والإحسان وإيتاء ذي القربى وينهى عن الفحشاء والمنكر والبغي، يعظكم لعلكم تذكرون. فاذكروا الله العظيم يذكركم، واشكروه على نعمه يزدكم، ولذكر الله أكبر، والله يعلم ما تصنعون.

