Akun Dibekukan 5 Kali, Mark Zuckerberg yang Lain Tantang Meta ke Pengadilan


Oleh : Ronalds Petrus Gerson

JAKARTA - Nama Mark Zuckerberg identik dengan pendiri Facebook sekaligus CEO Meta. Namun kali ini, bukan sang miliarder yang jadi sorotan, melainkan seorang pengacara asal Indiana, Amerika Serikat, yang kebetulan bernama sama. Ia resmi menggugat Meta ke pengadilan lantaran akunnya berulang kali ditangguhkan.

Mark Steven Zuckerberg, pengacara spesialis kebangkrutan, mengaku akunnya telah dinonaktifkan hingga lima kali dalam kurun delapan tahun terakhir. Akibatnya, ia kehilangan ribuan dolar dari bisnis yang bergantung pada iklan Facebook.

Gugatan yang ia ajukan di Pengadilan Tinggi Marion menuding Meta melanggar kontrak, karena dirinya membayar hingga USD 11.000 (sekitar Rp168 juta) untuk iklan yang kemudian dihapus tanpa alasan jelas.

“Ini seperti Anda menyewa papan reklame di jalan raya, membayar mahal, lalu papan itu ditutupi selimut sehingga tak ada yang bisa melihat iklan Anda,” kata Zuckerberg dalam wawancara dengan WTHR yang dikutip Holopis.com.

Masalah pelik ini bermula karena Facebook menduga namanya palsu. Meta menilai ia tidak menggunakan nama asli, meski Zuckerberg telah berkali-kali mengirimkan bukti identitas resmi seperti KTP, kartu kredit, hingga foto wajah.

“Saya Mark Steven Zuckerberg, dan dia Mark Elliot Zuckerberg,” tegasnya, membedakan dirinya dari sang bos Meta.

Akunnya terakhir kali ditutup pada Mei 2025, dan baru dipulihkan setelah gugatan resmi dilayangkan. Meta kemudian mengeluarkan pernyataan, mengakui adanya kesalahan sistem.

“Kami telah mengaktifkan kembali akun Mark Zuckerberg setelah menemukan penonaktifan yang keliru. Kami menghargai kesabarannya dan sedang berupaya mencegah hal ini terulang kembali,” ujar juru bicara Meta.

Meski akun kini kembali aktif, pengacara berusia 60-an tahun itu menegaskan kerugian bisnis yang sudah terlanjur dialaminya tidak bisa dihapus begitu saja. Ia menilai Meta harus bertanggung jawab atas dampak finansial dan reputasi akibat kesalahan berulang tersebut.

Kasus unik ini sontak viral, karena mempertemukan dua Mark Zuckerberg di jalur hukum satu sang pendiri Facebook, satu lagi pengacara veteran yang mengaku sudah berpraktik sejak “Zuck asli” masih balita.

Tampilan Utama