JAKARTA – Fachri Albar divonis enam bulan setelah tersandung kasus penyalahgunaan narkoba beberapa kali. Dengan putusan ini, Fachri akan menjalani masa rehabilitasi di Balai Besar Rehabilitasi BNN Lido, Sukabumi, Jawa Barat. Hakim Iwan Anggoro Warsita dalam putusannya menyatakan bahwa Fachri terbukti melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkoba golongan I.
“Mengadili, menyatakan terdakwa Fachri Albar terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkoba golongan I,” ujar Iwan dikutip Holopis.com, Kamis (4/8).
Berikut ini Sobat Holopis, Profil Fachri Albar yang merupakan salah satu aktor kawakan Indonesia.
- Nama : Fachri Albar
- Tanggal lahir : 15 November 1981
- Tempat lahir : Jakarta, Indonesia
- Pekerjaan : Aktor
Kehidupan Pribadi
Fachri Albar lahir pada 15 November 1981 dari pasangan seniman ternama. Ayahnya adalah Ahmad Albar, vokalis legendaris dari grup musik rock God Bless, sementara ibunya, Rini S. Bono, dikenal sebagai seorang aktris berbakat. Ia merupakan anak tengah dari tiga bersaudara. Kakaknya, Fauzi Albar, adalah vokalis utama band Jibriel, band punk rock tempat Fachri berperan sebagai drummer.
Adik bungsunya, Faldi Albar, meninggal dunia pada Agustus 2018 karena gagal hati, sebuah kehilangan besar yang menyisakan duka mendalam dalam keluarga.
Awal Perjalanan Akting
Fachri memulai karier aktingnya lewat layar kaca, dalam sebuah adaptasi modern dari kisah rakyat Malin Kundang, yang tayang perdana pada Januari 2005 di SCTV. Dalam sinetron ini, ia beradu akting dengan Desy Ratnasari. Meskipun sinetron tersebut berjalan hingga dua musim, Fachri hanya tampil di musim pertama.
Pada November 2005, Fachri debut di layar lebar lewat film Alexandria, berperan bersama Marcel Chandrawinata, Julie Estelle, dan Kinaryosih. Film ini membuka jalannya sebagai aktor film.
Tahun 2007 menjadi titik balik kariernya lewat peran Amanda dalam Jakarta Undercover dan Janus di Dead Time: Kala karya Joko Anwar. Peran Janus memberinya nominasi Citra Award dan MTV Indonesia Movie Awards, memperkuat posisinya sebagai aktor berbakat.
Setelah vakum, Fachri kembali lewat film eksperimental Melancholy Is a Movement dan segmen horor internasional V/H/S/2. Ia juga tampil singkat di adegan pasca-kredit film Pengabdi Setan (2017) karya Joko Anwar.

