MEMUAT...
-- --- ----
00:00:00
...
-- ...
Imsak 00:00
Subuh 00:00
Dzuhur 00:00
Ashar 00:00
Maghrib 00:00
Isya 00:00

Tokoh Lintas Agama Nilai Prabowo Serius Dengarkan dan Wujudkan Aspirasi Masyarakat

27 Shares

JAKARTA – Para tokoh lintas agama menyampaikan aspirasi umat secara langsung kepada Presiden RI Prabowo Subianto dalam pertemuan di Istana Merdeka, Senin (1/9).

Pertemuan ini dihadiri pimpinan organisasi keagamaan besar, seperti Nahdlatul Ulama (PBNU), Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (MATAKIN), Wahdah Islamiyah, dan Parisada Hindu Dharma Indonesia.

- Advertisement -

Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf, menegaskan bahwa forum ini menjadi wadah penting untuk menyampaikan suara rakyat.

“Pertemuan ini adalah kebutuhan kami, para pemimpin ormas keagamaan, untuk membawa aspirasi umat. Harapan dan tuntutan masyarakat sudah didengar, dipahami, dan bahkan tengah diupayakan pemenuhannya secara sistematis,” ujar Yahya.

- Advertisement -

Ia menambahkan, tokoh agama siap membantu pemerintah menciptakan suasana kondusif dan menenangkan umat. Yahya juga menyambut baik komitmen Presiden agar dialog serupa rutin digelar.

Dari PGI, Ketua Umum Jacklevyn Frits Manuputty mengapresiasi keterbukaan Presiden dalam mendengar kritik. Menurutnya, isu yang dibicarakan cukup luas, mulai dari pajak yang dirasa memberatkan rakyat, praktik korupsi, perilaku pejabat yang dianggap arogan, hingga wacana kenaikan tunjangan DPR.

“Presiden juga berjanji sungguh-sungguh memperjuangkan Undang-Undang Perampasan Aset bersama DPR,” ungkap Jacklevyn.

Sementara itu, Ketua Umum MATAKIN, Budi Santoso Tanuwibowo, menekankan pesan penting dari Presiden soal kebebasan berpendapat.

“Sebagai negara demokrasi, kebebasan berpendapat dijamin. Namun Presiden mengingatkan agar kebebasan itu tidak disalahgunakan hingga merusak fasilitas umum, karena yang dirugikan adalah kita sendiri,” jelasnya.

Ketua Umum Wahdah Islamiyah, Ustaz Zaitun Rasmin, menegaskan bahwa inisiatif pertemuan datang dari ormas, bukan undangan Presiden.

“Kami sendiri yang berinisiatif sejak beberapa bulan lalu. Jadi pemberitaan yang menyebut Presiden mengundang 16 ormas itu perlu diluruskan,” kata Zaitun.

Ia juga menyampaikan simpati mendalam bagi para korban demonstrasi di berbagai daerah.

“Kami turut berbelasungkawa untuk semua korban, baik yang meninggal, terluka, maupun yang terdampak secara ekonomi,” tambahnya.

Sementara dari Parisada Hindu Dharma Indonesia, Wisnu Bawa Tenaya menyampaikan pesan moral melalui panca satya: mendengarkan rakyat, menjaga ucapan, menepati janji, bersinergi, dan berbuat terbaik.

Ia juga mengingatkan agar Presiden berani bersikap tegas kepada kalangan elit, bukan hanya kepada rakyat kecil.

“Mari kita bersatu, percaya kepada Tuhan, dan berdoa agar Indonesia tetap damai, bahagia, dan abadi,” ujarnya.

Pertemuan ini memperlihatkan peran penting tokoh agama sebagai jembatan antara rakyat dan pemerintah. Aspirasi yang disuarakan diharapkan bisa menjadi pijakan nyata bagi kebijakan Prabowo di awal masa pemerintahannya.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
27 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru