Spesifikasi Rantis Brimob Rimueng yang Jadi Sorotan Usai Insiden Maut
JAKARTA - Insiden tragis terjadi saat aksi demonstrasi yang berlangsung di Jakarta pada Sabtu (30/8) malam. Sebuah kendaraan taktis (rantis) milik Brimob menabrak dan melindas seorang pengemudi ojek online (ojol) di tengah kerumunan massa. Korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Dalam rekaman video yang beredar luas di media sosial, tampak rantis Brimob tersebut melaju dengan kecepatan tinggi di tengah kerumunan.
Bukannya berhenti setelah menabrak seorang pengemudi ojol, kendaraan itu tetap melaju meninggalkan lokasi. Peristiwa ini memicu kemarahan massa yang langsung mengejar dan mengepung rantis tersebut.
Diduga Rantis Rimueng
Dari penampakan dalam video, kendaraan taktis yang terlibat diduga adalah rantis Rimueng, salah satu kendaraan lapis baja yang dimiliki Korps Brimob Polri.
Informasi dari akun resmi Instagram Humas Brimob menyebut, Rimueng dirancang untuk berbagai keperluan, mulai dari patroli jarak jauh, pengamanan VIP, penanganan unjuk rasa, hingga kendaraan taktis dalam pertempuran konvensional.
Rantis ini dibekali mesin berkapasitas 3.200 cc yang mampu melaju hingga 100 km/jam di jalan perkotaan. Dengan bodi full armor plate dan kaca berstandar NIJ level 3, kendaraan ini sanggup menahan serangan peluru. Selain itu, Rimueng juga dapat menaklukkan medan ekstrem dengan kecepatan 60 km/jam dan tanjakan hingga 60 derajat.
Persenjataan Lengkap
Tak hanya memiliki perlindungan tinggi, Rimueng juga dilengkapi senjata. Kendaraan ini bisa membawa mounting gun jenis senapan serbu serta dua unit pelontar gas air mata kaliber 38 mm dengan kapasitas 15 peluru. Sistem penembakan bisa dilakukan otomatis atau manual.
Dengan panjang 5,33 meter, Rimueng mampu mengangkut empat personel di dalam kabin serta delapan personel tambahan di sisi luar kendaraan. Spesifikasi inilah yang membuatnya menjadi salah satu kendaraan andalan Brimob dalam operasi keamanan.
Insiden yang melibatkan kendaraan canggih tersebut kini menuai sorotan publik. Banyak pihak menuntut investigasi menyeluruh atas peristiwa yang menewaskan seorang pengemudi ojol ini.