Pemecatan Erik ten Hag itu pun kemudian menumbuhkan rekor baru sepanjang sejarah Bundesliga, dimana pemecatan Erik ten Hag jadi pencopotan pelatih tercepat di Bundesliga dengan dua pertandingan.
Terkait hal ini, Direktur Bayer Leverkusen, Simon Rolfes pun menyampaikan, bahwa keputusan tersebut mau tak mau memang harus diambil klub.
“Tidak ada yang ingin mengambil langkah ini. Tapi beberapa pekan terakhir sudah menunjukkan bahwa membangun tim yang baru dan sukses dengan susunan seperti ini tidak lah memungkinkan,” ungkap Simon, seperti dikutip Holopis.com.
Di sisi lain, CEO Bayer Leverkusen Fernando Carro kemudian menyebut, Die Werkself harus dalam kondisi yang oke di setiap level.
“Perpisahan di tahap awal musim seperti ini rasanya menyakitkan, tapi kami merasa itu dibutuhkan. Kami tetap berkomitmen untuk mencapai target-target musim ini,” kata Carro.
“Dan untuk melakukannya, kami butuh kondisi-kondisi sebaik mungkin di semua level dan keseluruhan tim utama,” tambahnya.
Sebagai informasi, tantangan sulit memang dipikul Erik ten Hag bersama Bayer Leverkusen, mengingat Die Werkself banyak melepas para pemain topnya di bursa transfer pemain musim panas ini, seperti Florian Wirtz, Jeremie Frimpong, Granit Xhaka hingga Piero Hincapie.
Seraya dengan hal itu pula, Bayer Leverkusen kedatangan 14 pemain baru sekaligus, baik yang permanen hingga pinjaman.


