Bencana Karhutla Hingga Kekeringan Mendominasi di Sejumlah Wilayah

31 Shares

JAKARTA – Sejumlah kejadian bencana alam melanda Pulau Sumatera hingga di Pulau Jawa dalam beberapa hari terakhir. Dimana bencana karhutla hingga kekeringan paling mendomimasi saat ini.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menjelaskan, seperti karhutla terjadi di Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara pada Sabtu (30/8).

- Advertisement -

Lahan terbakar berada di Nagori Sinar Naga Mariah, Kecamatan Pamatang Silimahuta. Lalu pada pukul 18.12 WIB, lahan di Nagori Sait Buttu Kecamatan Pematang Sidamanik terbakar.

“Total lahan terbakar seluas 10 hektar. Api berhasil dipadamkan di hari yang sama oleh tim gabungan,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Selasa (2/9).

- Advertisement -

Karhutla juga terjadi di Gampong Peukan Tuha Pasar Lampakuk, Kecamatan Kuta Cot Gile, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh. Dimana seluas 2 hektar lahan terbakar pada Senin (1/9) dini hari.

“Api berhasil dipadamkan setelah 1 jam dari titik api dilaporkan terjadi. Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan,” ujarnya.

Sementara di Sumatera Barat, cuaca panas yang terjadi di wilayah Kabupaten Agam memicu kebakaran 7 hektar lahan hutan pinus di Bukik Gunung Ameh, Nagari Padang Tarok, Kecamatan Baso, Minggu (31/8).

“Sumber air yang jauh dari lokasi yang terbakar menjadi kendala upaya pemadaman. Hingga saat ini upaya pemadaman masih dilakukan oleh tim gabungan,” ucapnya.

Selain karhutla, Kabupaten Agam juga mengalami kekeringan akibat musim kemarau. Sejak Kamis (28/8), sebanyak 200 kk di Nagari Biaro Gadang, Kecamatan Ampek Angkek kekurangan pasokan air bersih.

Pada Senin (1/9), Abdul menyebut bahwa BPBD Kabupaten Agam distribusikan air bersih kepada warga di wilayahnya.

Bergeser ke Sumatera Utara, karhutla terjadi di Desa Gunung Tua Jae, Kecamatan Padang Bolak, Kabupaten Padang Lawas Utara pada Minggu (31/8).

Seluas 2 hektare lahan terbakar. Tim gabungan dengan masyarakat pun masih melakukan upaya pemadaman.

Kekeringan juga melanda Kabupaten Demak, Provinsi Jawa Tengah. Musim kemarau menyebabkan beberapa sumur milik warga mengering. Akibatnya, sumber air bersih warga berkurang.

Abdul menambahkan bahwa BPBD Kabupaten Demak segera melakukan pendistribusian air bersih sejumlah 3 tangki dengan total 15.000 liter air kepada 95 KK.

Menyikapi masih dominannya bencana hidrometeorologi kering di Indonesia, Abdul kemudian mengimbau pemerintah untuk tetap waspada dan siaga akan potensi karhutla dan kekeringan, khususnya di provinsi yang menjadi prioritas utama penanganan karhutla.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
31 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

holopis