Sekjen PBB Kecam Penahanan Personel PBB di Yaman

24 Shares

JAKARTA – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengutuk keras penahanan sedikitnya 11 personel PBB secara sewenang-wenang oleh otoritas de facto Houthi di wilayah-wilayah yang berada di bawah kendali kelompok tersebut di Yaman pada hari Minggu yang sama.

“(PBB) mengutuk keras tindakan Houthi yang memaksa masuk ke kompleks kantor Program Pangan Dunia (WFP), perampasan properti PBB, serta upaya penyerbuan lokasi PBB lainnya di Sanaa,” kata Guterres, dikutip Holopis.com, Senin (1/9).

- Advertisement -

Guterres mengatakan dirinya secara tegas menekankan kembali tuntutannya tentang pembebasan segera dan tanpa syarat para personel yang ditahan pada Minggu, serta seluruh personel lain dari PBB, organisasi nonpemerintah internasional maupun nasional, masyarakat sipil, dan misi diplomatik yang telah ditangkap secara sewenang-wenang sejak Juni 2024 dan mereka yang ditahan sejak 2021 dan 2023.

“Penahanan sewenang-wenang yang terus berlanjut terhadap orang-orang tersebut tidak dapat ditoleransi,” kata Guterres.

- Advertisement -

Ia menekankan bahwa personel PBB dan mitra-mitranya tidak boleh menjadi sasaran, ditangkap, atau ditahan saat menjalankan tugas mereka untuk badan dunia tersebut. Guterres menambahkan bahwa keselamatan dan keamanan personel maupun properti PBB, serta kekebalan kantor PBB, harus senantiasa dijamin.

“PBB akan terus bekerja tanpa lelah untuk menjamin pembebasan yang aman dan secepatnya bagi semua individu yang ditahan secara sewenang-wenang. PBB dan mitra-mitranya akan terus mendukung rakyat Yaman dan aspirasi mereka untuk perdamaian yang adil dan abadi,” pungkasnya.

Sebagai informasi, setidaknya 11 staf PBB ditahan pada Minggu di Sanaa dan Hodeidah, membuat total staf PBB yang ditahan di Yaman utara menjadi 34 orang, ungkap Utusan Khusus PBB untuk Yaman Hans Grundberg.

Houthi pada Sabtu (30/8) mengatakan bahwa Ahmed al-Rahawi, yang menjabat sebagai perdana menteri pemerintahan yang didukung Houthi, serta beberapa menteri lainnya tewas akibat serangan udara Israel di Sanaa pada Kamis (28/8) saat menghadiri seminar pemerintah. Houthi bersumpah akan membalas tewasnya al-Rahawi.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
24 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

holopis