Aliansi Masyarakat Pati Bersatu Sudah Sampai KPK, Desak Bupati Sudewo Jadi Tersangka
JAKARTA - Suasana di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jakarta Selatan pada Senin 1 September 2025 pagi mendadak tegang. Sekitar 200 orang massa yang tergabung dalam kelompok Aliansi Masyarakat Pati Bersatu melakukan aksi unjuk rasa mendesak lembaga antirasuah segera menetapkan Bupati Pati, Sudewo, sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek jalur kereta api di Kementerian Perhubungan.
Massa datang dengan tujuh bus besar membawa spanduk, poster, hingga pengeras suara. Teriakan lantang menghujani udara: “Tangkap Bupati Pati Sudewo!”, “Kami muak bupati koruptor!”, hingga “KPK jangan tebang pilih!”.
Aksi ini dipimpin oleh sejumlah korlap, di antaranya Supriyono, Teguh Istiyanto, Mulyati, Abdul Wahid, Fajar Farullah, Rohmat, dan Handoko. Mereka menegaskan aksi dilakukan sebagai bentuk dukungan sekaligus dorongan keras kepada KPK agar segera menindaklanjuti dugaan korupsi yang menyeret nama Bupati Pati.
“KPK kami mohon segera menindak dan menangkap Bupati Sudewo yang sudah terang-terangan melakukan korupsi DJKA. Jangan masuk angin! Buktikan loyalitas kepada rakyat,” teriak orator di tengah kerumunan.
Tak hanya berorasi, perwakilan massa kemudian diterima langsung oleh pejabat KPK, di antaranya Kepala Bagian Pengamanan KPK Dayat, Humas KPK Budi Waluya, serta tim supervisi wilayah Pati. Dalam audiensi, KPK menegaskan bahwa kasus dugaan korupsi DJKA yang melibatkan Sudewo masih dalam proses penyelidikan mendalam.
“Kami pastikan serius menangani kasus ini. Sudewo masih dalam pemeriksaan. Pengembalian uang tidak serta-merta menghapus tindak pidananya. Percayalah, KPK berkomitmen menuntaskan perkara ini,” kata Budi.
Namun massa tidak puas dengan jawaban tersebut. Sejumlah perwakilan mendesak KPK agar segera mengeluarkan surat rekomendasi penonaktifan Bupati Sudewo dan mengusulkannya kepada Presiden maupun Mendagri. Mereka juga mengancam akan terus mengawal kasus ini sampai tuntas.
“Kami ingin punya bupati yang bersih, bukan maling berdasi. Jika KPK tak mampu, biar rakyat Pati sendiri yang menindak. Kami siap dengan segala konsekuensinya,” ujar Teguh, salah satu perwakilan massa.
Gema teriakan “Tangkap Sudewo!” masih terdengar, menandai kekecewaan warga Pati terhadap pemimpinnya yang diduga kuat terlibat praktik korupsi.