Eko Patrio Minta Maaf Usai Viral Joget di Sidang Tahunan MPR
JAKARTA - Anggota DPR RI dari Fraksi PAN, Eko Patrio, kembali menjadi sorotan publik usai aksinya berjoget dalam rangkaian sidang tahunan MPR viral di media sosial. Tak hanya itu, namanya makin ramai dibicarakan setelah muncul polemik mengenai tunjangan rumah Rp50 juta untuk anggota DPR RI.
Dalam klarifikasinya, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI itu menegaskan bahwa momen joget dilakukan secara spontan. Ia mengaku hanya ingin mengapresiasi penampilan orkestra Universitas Pertahanan yang membawakan lagu-lagu daerah, seperti Sajojo dan Gemu Fa Mi Re.
“Itu terjadi bukan saat sidang berlangsung, tapi setelah Presiden Prabowo menyampaikan pidato RAPBN 2026 dan Nota Keuangan,” ujar Eko.
Namun klarifikasi tersebut tak membuat amarah publik mereda. Kritikan semakin tajam, apalagi setelah tragedi tewasnya driver ojek online, Affan Kurniawan, dalam aksi demo ricuh di Jakarta pada Kamis (28/8/2025).
Menanggapi derasnya kritik, Eko Patrio akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka lewat akun Instagram pribadinya, Sabtu (30/8/2025). Dalam unggahan video bersama Pasha Ungu, Eko menyampaikan pernyataan resmi berikut:
Isi Permohonan Maaf Eko Patrio
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sejahtera bagi kita semua. Dengan penuh kerendahan hati, saya Eko Patrio menyampaikan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya kepada masyarakat atas keresahan yang timbul, akibat perbuatan yang saya lakukan.
Saya mendengar seluruh aspirasi masyarakat mengenai kekecewaan yang ada. Saya menyadari sepenuhnya bahwa situasi ini membawa luka bagi bangsa, terlebih bagi keluarga korban yang kehilangan orang tercinta maupun yang harus menanggung penderitaan akibat benturan yang terjadi.
Tidak sedikit pun terbesit niat dari saya untuk memperkeruh keadaan. Tentuya ke depan saya akan lebih berhati-hati dalam bersikap dan juga menyampaikan pendapat. Saya berkomitmen untuk sungguh-sungguh menjalankan peran saya sebagai wakil rakyat dengan ketulusan, keberanian, dan tetap menjaga sumpah yang telah saya ikrarkan.
Saya berharap permohonan maaf ini dapat diterima. Sekaligus menjadi pengingat dan juga refleksi bagi saya untuk terus memperbaiki diri dalam menjalankan amanah serta tanggung jawab yang diberikan.
Mari bersama-sama kita rawat persatuan dan kedamaian bangsa. Sekali lagi saya Eko Patrio mohon maaf yang sebesar-besarnya. Terima kasih. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh."