Bukan Hanya Bikin Emosi, Ternyata Macet Bikin Jakarta Rugi Rp100 Triliun Setiap Tahun

0 Shares

JAKARTA – Kemacetan di Jakarta lagi-lagi menjadi sorotan utama. Bukan sekadar bikin warga jengkel di jalan, ternyata kerugian ekonomi yang ditimbulkan juga terbilang luar biasa.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, mengungkapkan bahwa nilai kerugian akibat macet di Jabodetabek bisa menembus Rp100 triliun per tahun. Angka fantastis ini setara dengan enam kali biaya pembangunan MRT fase pertama.

- Advertisement -

Menurut Rano, macet bukan hanya soal waktu terbuang, tetapi juga menghantam berbagai sektor kehidupan.

“Dampaknya luas, mulai dari polusi udara, kesehatan masyarakat, dunia usaha, hingga pariwisata. Semua terkena imbasnya,” ujarnya dalam keterangan resmi.

- Advertisement -

Berdasarkan studi Bappenas dan JUTPI II pada 2019, kerugian akibat macet di Jabodetabek setara dengan empat persen Produk Domestik Bruto (PDB) kawasan tersebut. Artinya, setiap tahun ada potensi ekonomi yang lenyap hanya karena jalanan yang tidak bergerak.

Untuk mengatasi persoalan ini, Pemprov DKI Jakarta mulai menerapkan berbagai langkah berbasis teknologi. Salah satunya adalah Intelligent Traffic Control System (ITCS) berbasis kecerdasan buatan.

Sistem ini kini sudah diuji di 65 titik dari total 321 persimpangan di Jakarta. Hasilnya, waktu tunggu kendaraan bisa ditekan hingga 15-20 persen. Selain mengatur lalu lintas, sistem ini juga membantu pengawasan pajak kendaraan dan emisi.

Tak hanya itu, kolaborasi dengan Polda Metro Jaya juga dilakukan lewat Mandala Quick Response, sebuah sistem pemantauan lalu lintas real-time yang terhubung dengan CCTV Dinas Perhubungan. Ke depan, teknologi ini akan diperluas agar manfaatnya semakin terasa bagi masyarakat luas.

Rano juga menekankan pentingnya peralihan ke transportasi publik. Program Transjabodetabek diharapkan bisa jadi jawaban untuk mengurangi kepadatan sekaligus meningkatkan kenyamanan mobilitas.

“Kalau kita mau Jakarta jadi kota global yang membanggakan, solusinya jelas: disiplin, kolaborasi, dan transportasi publik yang kuat,” pungkasnya.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru