JAKARTA – Politikus Zulfan Lindan mengatakan bahwa banyak penolakan yang muncul dari internal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) terkait kembalinya jabatan eks terpidana kasus suap Hasto Kristiyanto sebagai Sekretaris Jenderal PDI-P.
“Karena banyak yang tidak setuju di dalam PDI-P ini untuk Hasto kembali menjadi Sekjen,” kata Zulfan dalam podcast yang diunggah pada kanal YouTube Total Politik, dikutip Holopis.com, Kamis (28/8).
Zulfan menyebut, kembalinya Hasto menjadi Sekjen membuat kalangan anggota bawah PDI-P mundur secara bertahap dari partai berlambang kepala Banteng tersebut, dengan dalih mereka yang lebih mendukung tokoh PDI-P lain seperti Puan Maharani dan Bambang Wuryanto alias Bambang Pacul.
“Akibatnya satu, orang-orang di bawah yang tidak senang kepada Hasto itu pelan-pelan mundur dari PDIP. Dengan alasan misalnya bisa jadi ini para pendukung Puan, pendukung Bambang Pacul ya kan,” tuturnya.
Meskipun tidak ada komunikasi langsung dengan Puan dan Bambang, kata Zulfan, beberapa pihak mengambil langkah sendiri tanpa adanya perintah dari siapa pun.
Dimana ia menganggap bahwa untuk berkomunikasi dengan Puan itu sulit. Oleh sebab itu, Bambang Pacul dimanfaatkan sebagai perantara agar proses komunikasi menjadi lebih mudah menurut Zulfan.
“Walaupun tidak berkomunikasi dengan mereka, orang mengambil inisiatif sendiri. Bukan karena diperintah Puan diperintah Mega kalian. Enggak ada, ini mereka akan mengambil inisiatif sendiri,” ungkapnya.
“Karena susah kan, kau aja mau komunikasi sama Puan aja susah apalagi rakyat itu. Makannya dipakai perantaranya Bambang Pacul supaya mudah semua kan. Katalisatornya Bambang Pacul kan,” tambahnya.
Lebih lanjut, kata Zulfan, kembalinya Hasto menjadi Sekjen juga telah disampaikan Puan sebelumnya dengan kalimat ‘besok ada kejutan’. Menurutnya, kejutan yang dimaksud Puan ini adalah pengangkatan Hasto kembali, yang dapat memicu rasa kekecewaan bagi elemen Partai PDI-P atas keputusan tersebut.
“Hasto jadi Sekjen lagi, pastikan ini terus terang walaupun Puan mengatakan besok ada kejutan. Kemarin dia bilang ada kejutan. Apa kejutannya? Hasto gitu kan. Sebenarnya kan bahasa itu kemungkinan besar itu karena ya rasa kecewa aja,” pungkasnya.


