JAKARTA – Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka mengingatkan agar keragaman dipelihara sebagai modal persatuan, bukan dijadikan sumber perpecahan.
Hal itu disamapikan Gibran dalam sambutannya pada acara Musyawarah Pelayanan Mamre Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) di Retreat Centre GBKP Desa Sukamakmur, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Kamis (28/8).
Gibran menjelaskan, sebagai bangsa majemuk, Indonesia memiliki kekayaan berupa keberagaman suku, budaya, dan agama. Namun jika tidak dirawat, keragaman tersebut berpotensi menimbulkan konflik.
“Ini harus kita rawat bersama, karena ini adalah kekayaan bangsa kita. Sekali lagi saya tidak pernah bosan-bosan mengingatkan, mari terus jaga persatuan dan kesatuan. Jangan jadikan perbedaan sebagai pemecah belah, jadikan perbedaan sebagai kekuatan yang saling mengisi dan menyempurnakan,” kata Gibran dalam pernyataannya yang dikutip Holopis.com.
Gibran kemudian turut menyampaikan pentingnya membuka ruang dialog sebagai langkah merawat kerukunan. Ia mengingatkan agar permasalahan sosial tidak dibiarkan berlarut-larut hingga menimbulkan konflik yang lebih besar.
“Kalau ada gesekan, kalau ada percikan-percikan kecil, itu segera diselesaikan. Jangan menunggu besar, jangan nunggu masalahnya bertumpuk-tumpuk, selalu buka pintu dialog, itu yang paling penting,” pintanya.
“Melibatkan FKUB, lintas agama, jadi semuanya harus duduk bareng, dibicarakan bareng-bareng,” imbuhnya.
Selain itu, Gibran juga mengingatkan masyarakat untuk bijak dalam menyikapi arus informasi. Di era teknologi digital, kabar mengenai gesekan di suatu daerah sangat mudah menyebar, bahkan sering kali berasal dari sumber yang tidak kredibel.
“Jangan terpancing dengan berita-berita yang mungkin Bapak Ibu baca belum yakin kebenarannya. Jadi kita harus pintar menyaring mana berita yang benar, mana berita yang baik. Ini kita tidak bisa langsung menghakimi atau langsung share (membagikan) ke WA (WhatsApp) grup, harus kita saring dulu,” pesannya.
Gibran kemudian kembali mengajak masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi dan selalu menjaga keberagaman sebagai kekuatan bangsa.
“Jangan mudah terprovokasi, hadapi dengan kepala dan hati yang dingin,” imbaunya.

